RADARTUBAN - Kepercayaan diri bukanlah sesuatu yang hadir dalam semalam.
Bagi Defina Suyanti, panggung sandiwara menjadi muara dari hobi yang telah ia tekuni sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Berawal dari kegemarannya mengikuti lomba foto serta membuat video kreatif di media sosial, kini ia tumbuh menjadi sosok yang mampu memainkan emosi dan ekspresi di atas panggung.
“Dulu waktu pandemi, saya sering bikin video parodi atau drama pendek di Instagram. Ternyata itu jadi modal besar buat melatih ekspresi,” ujarnya.
Kini, melalui komunitas Teater Hawa SMKN 2 Tuban, gadis asal Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban itu terus ditantang untuk keluar dari zona nyaman.
Dia tidak hanya mengembangkan bakat di bidang teater, tetapi juga melatih kedisiplinan serta tanggung jawab.
Baca Juga: Tak Mengenal Kata Menyerah, Sachio Raih Duta Siswa Kabupaten Tuban Utama Putri 2025
Defina bahkan kerap dituntut memerankan beragam karakter saat tampil. Minimnya anggota laki-laki membuatnya beberapa kali harus memainkan peran pria, yang bertolak belakang dengan kepribadiannya yang feminin.
“Di teater kita memang dididik untuk bisa jadi apa saja. Jadi harus benar-benar disiplin latihan. Terlebih kalau memerankan karakter laki-laki, harus mengubah suara menjadi lebih berat,” tutur siswi kelas XI jurusan Bisnis Digital tersebut.
Meski sudah terbiasa tampil, rasa gugup tetap kerap menghampiri sebelum lampu panggung menyala. Namun, Defina punya cara tersendiri untuk mengatasinya, yakni dengan melakukan teknik pernapasan sebanyak tiga kali dan disertai doa.
Ia menyebut, afirmasi positif selama proses latihan menjadi kunci utama penampilannya. Dengan menanamkan pikiran bahwa penonton akan terhibur, rasa cemas perlahan berubah menjadi energi positif.
“Rasanya langsung plong. Ada kebanggaan tersendiri bisa menyelesaikan penampilan, terlepas dari apa pun hasil evaluasi nanti,” ungkapnya.
Remaja 16 tahun ini menilai, untuk terjun ke dunia teater tidak cukup hanya mengandalkan latihan, tetapi juga perlu memiliki bakat dasar akting. Sebab, teater merupakan seni drama yang menuntut kemampuan berperan.
“Selain itu, di teater juga harus menguasai tari, musik, atau menjadi kru yang membantu persiapan belakang panggung. Intinya di teater itu harus serbabisa. Tapi semuanya bisa dipelajari bersama,” kata gadis berzodiak Aquarius tersebut.
Selama berkiprah di teater, Defina merasakan banyak perubahan positif dalam dirinya. Mulai dari meningkatnya rasa percaya diri, semangat gotong royong, hingga kepedulian terhadap sesama.
“Di teater kita juga dididik untuk bisa jadi lebih dewasa dan tidak egois,” tandasnya. (saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama