Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belum Semua Guru Mendapatkan Jatah MBG, Meski Terbit Perpres 115 tahun 2025

M. Mahfudz Muntaha
Penulis: M. Mahfudz Muntaha❯
Mobil operasional SPPG mendistribusikan makan bergizi gratis di SMK YPM Tuban.
Mobil operasional SPPG mendistribusikan makan bergizi gratis di SMK YPM Tuban.

RADARTUBAN – Mulai 2026, seharusnya semua guru masuk dalam program penerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Payung hukumnya, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025.


Advertisement

Kenyataannya, hingga minggu ketiga 2026, guru, tenaga kependidikan, hingga tenaga kebersihan sebagian besar sekolah belum menerima jatah.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala MI Miftahul Huda Tegalrejo, Merakurak Syamsul Hadi mengatakan, hingga kini para guru di sekolahnya belum pernah menerima MBG.

Dia mengetahui ketentuan guru sebagai penerima dari video Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang yang beredar di media sosial.

Advertisement

“Melihat video itu pun saya bertanya-tanya, la kami kok belum pernah mendapat MBG,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Setelah membaca regulasi terbaru, Syamsul memastikan bahwa guru memang termasuk dalam penerima program.

Namun, meski program tersebut sudah berjalan lebih dari empat bulan, jatah untuk guru belum juga diterima.

Advertisement

“Makanya ini kami mau konfirmasi ke SPPG kenapa para guru belum dapat jatah MBG,” imbuhnya.

Selama ini, kata Syamsul, guru hanya mendapatkan jatah jika ada siswa yang tidak masuk. Jika seluruh siswa hadir, maka guru tidak mendapatkan bagian.

Hal senada disampaikan Kepala MI Salafiyah Merakurak Ahmad Nasirudin. Selama dua bulan terakhir, termasuk Januari ini, para siswa di sekolahnya rutin menerima MBG.

Namun, belum satu pun guru yang mendapat jatah.

“Mungkin setelah ini kami baru dapat, jadi setelah ini akan saya konfirmasi ke SPPG,” imbuhnya.

Dia juga berencana mengajukan permohonan agar para guru bisa ikut menerima program tersebut.

“Coba setelah ini akan kami ajukan,” imbuhnya. (fud/ds)

Advertisement
Editor : Yudha Satria Aditama
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dukuh Pencol, Wilayah Terpencil di Tuban dengan 58 Persen Warga Kategori Miskin

Dukuh Pencol, Wilayah Terpencil di Tuban dengan 58 Persen Warga Kategori Miskin

Dukuh Pencol menjadi salah satu wilayah terpencil di Tuban. Sebanyak 58 persen penduduknya tercatat masuk kategori miskin.

Nelayan Tuban-Lamongan Diingatkan Zona Terlarang FSO Gagak Rimang, Ini Alasannya

Nelayan Tuban-Lamongan Diingatkan Zona Terlarang FSO Gagak Rimang, Ini Alasannya

ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro menggelar Sosialisasi Zona Keselamatan dan Keamanan FSO Gagak Rimang di Tanjung Kodok Beach Resort, Paciran, Kabupaten Lamongan, Jumat (6/11).

Bumi Wali FC Agendakan Uji Coba dengan Klub Liga 2 

Bumi Wali FC Agendakan Uji Coba dengan Klub Liga 2 

Di tengah ketidakpastian jadwal Liga 4 2026/2027, Bumi Wali FC Tuban menyusun agenda uji coba melawan klub dari Liga 3, Liga 2, hingga Liga 1.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer