Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puting Beliung Terjang Tegalrejo Widang, 36 Rumah Warga Rusak

Andreyan (An)
Penulis: Andreyan (An)❯
Kondisi salah satu rumah warga di Dusun Mejeruk, Desa Tegalrejo, Kecamatan Widang setelah diterjang angin kencang pada Minggu sore (1/2).
Kondisi salah satu rumah warga di Dusun Mejeruk, Desa Tegalrejo, Kecamatan Widang setelah diterjang angin kencang pada Minggu sore (1/2).

RADARTUBAN - Sehari pasca angin puting beliung menerjang pada Minggu (1/2) sore, kemarin (2/2) suasana Desa Tegalrejo, Kecamatan Widang, masih diliputi kepanikan.


Advertisement

Warga tampak bergotong-royong membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan akibat terjangan angin kencang tersebut.

Atap genting berhamburan dan pecah, rangka kayu rumah patah, hingga perabotan rusak terlihat di mana-mana.

Sisa-sisa kerusakan itu menggambarkan betapa dahsyatnya angin tersebut.

Advertisement

Wahyudi, 45, salah satu warga setempat mengaku belum sempat beristirahat sejak rumahnya rusak diterjang angin.

Sejak kejadian tersebut, dia bersama keluarganya sibuk mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Petani paruh baya itu menuturkan, angin puting beliung terjadi sekitar pukul 13.30 dan datang secara tiba-tiba bersamaan dengan hujan deras.

Advertisement

Dalam hitungan menit, rumahnya porak-poranda. Kondisi yang hampir sama dialami rumah warga di sekitarnya.

“Anginnya datang cepat sekali bersamaan dengan hujan deras, saya menyaksikan sendiri atap rumah ini beterbangan disapu angin. Saya hanya bisa berlari meminta tolong,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Akibat kerusakan tersebut, Wahyudi bersama istri dan anaknya terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

“Sementara ini tidak bisa ditempati, hampir separo atap rumah rusak. Sementara waktu menumpang di rumah saudara saya yang kebetulan dekat dari rumah,” bebernya.

Kondisi serupa dialami Jafar, 36, warga setempat lainnya. Rumahnya mengalami kerusakan parah setelah tertimpa pohon mangga yang tumbang akibat angin kencang.

Sejumlah bagian rumah, termasuk ruang tamu dan kamar tidur, tidak lagi layak digunakan.

“Ruang tamu dan kamar tidur sementara waktu tidak bisa kami tempati,” ujarnya.

Jafar mengungkapkan, peristiwa angin puting beliung tersebut merupakan kejadian pertama yang dia alami selama tinggal di Tegalrejo.

“Seumur-umur baru kali angin kencang sampai merusak rumah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji menyampaikan, hasil asesmen di lapangan mencatat sebanyak 36 rumah warga terdampak bencana tersebut.

“Ada 29 rumah mengalami rusak ringan, sementara 7 rumah mengalami rusak berat,” jelasnya.

Sehari pasca kejadian, BPBD bersama unsur terkait memfokuskan pada penanganan pembersihan puing-puing serta membuka kembali akses jalan warga yang sempat terhambat akibat pohon tumbang.

“Kami fokuskan membuka akses warga yang sebelumnya tertutup, alhamdulillah sudah kembali normal. Kami juga memberikan bantuan kepada warga berupa material bangunan,” ujarnya.

Sudarmaji mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Menurut dia, puncak musim hujan masih berpotensi memicu bencana serupa di wilayah Kabupaten Tuban.

“Saat ini puncak musim penghujan, potensi terjadinya bencana serupa masi sangat memungkinkan. Masyarakat harap meningkatkan kewaspadaannya,” tandasnya. (an/ds)

Advertisement
Editor : Yudha Satria Aditama
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BPBD Tuban Terancam Kehabisan Anggaran Air Bersih, 40 Desa Terdampak Kekeringan

BPBD Tuban Terancam Kehabisan Anggaran Air Bersih, 40 Desa Terdampak Kekeringan

BPBD Tuban memperkirakan anggaran Rp 40 juta untuk penyaluran air bersih hanya cukup hingga akhir November 2026. Sebanyak 40 desa terdampak kekeringan.

Kemarau di Tuban Masih Belum Berakhir, Teknologi Modifikasi Cuaca Jadi Opsi Memungkinkan

Kemarau di Tuban Masih Belum Berakhir, Teknologi Modifikasi Cuaca Jadi Opsi Memungkinkan

Kemarau di Tuban masih berlangsung. BMKG memprediksi hujan intensitas terbatas baru turun November, sementara musim hujan diperkirakan Desember.

Kemarau Panjang, Krisis Air Bersih di Tuban Diprediksi Meluas hingga 50 Desa

Kemarau Panjang, Krisis Air Bersih di Tuban Diprediksi Meluas hingga 50 Desa

Kemarau panjang membuat krisis air bersih di Tuban berpotensi meluas. BPBD memprediksi wilayah terdampak bisa mencapai 50 desa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer