Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Imbas Efisiensi Anggaran Perawatan Stadion dan GOR di Tuban pada 2026 Dipangkas

Andreyan (An)
Penulis: Andreyan (An)❯

 


Advertisement

Kondisi Stadion TSC yang terakhir kali digunakan untuk menggelar kompetisi Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025-2026 lalu.
Kondisi Stadion TSC yang terakhir kali digunakan untuk menggelar kompetisi Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025-2026 lalu.

RADARTUBAN – Kebijakan efisiensi anggaran yang dijalankan Pemkab Tuban mulai berdampak pada berbagai sektor, termasuk olahraga.

Tahun ini, alokasi pemeliharaan sejumlah venue olahraga tercatat mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Advertisement

Berdasarkan data pada laman sirup.inapro.id, pada 2025 anggaran pemeliharaan sarana olahraga, mulai dari Stadion Tuban Sport Center (TSC), Stadion Lokajaya, Lapangan Tenis Pemkab Tuban, hingga GOR Rangga Jaya Anoraga berkisar rata-rata Rp 49 juta per venue. Namun, pada 2026 anggaran tersebut turun menjadi sekitar Rp 35 juta per venue.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban, Arman Mitra mengatakan, pemangkasan ini merupakan bagian dari kebijakan efisiensi yang harus dijalankan seluruh perangkat daerah.

“Efisiensi, pemeliharaan venue olahraga juga harus dipangkas,” ujarnya.

Advertisement

Dia menjelaskan, kebijakan efisiensi sebenarnya telah diterapkan sejak tahun lalu, namun belum berdampak signifikan pada anggaran pemeliharaan.

Tahun ini, penyesuaian dilakukan lebih ketat mengikuti arahan pemerintah pusat.

“Kami menyesuaikan dengan instruksi dari pemerintah pusat, seluruh instansi lainnya pun juga sama,” katanya.

Penurunan anggaran tersebut memunculkan kekhawatiran terkait dampak jangka panjang, terutama terhadap kualitas fasilitas olahraga.

Minimnya pemeliharaan dikhawatirkan dapat berpengaruh pada kenyamanan atlet dalam berlatih, bahkan berpotensi memengaruhi prestasi.

Namun, Arman menegaskan kondisi venue masih dalam kategori layak pakai. Dia memastikan pemangkasan anggaran tidak akan mengganggu proses pembinaan atlet di daerah.

“Seluruh venue kualitasnya masih sangat layak dipakai atlet, bahkan untuk masyarakat. Kami pastikan, atlet-atlet Tuban tetap bisa nyaman ketika berproses di sana,” tandasnya.(an/ds)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dukuh Pencol, Wilayah Terpencil di Tuban dengan 58 Persen Warga Kategori Miskin

Dukuh Pencol, Wilayah Terpencil di Tuban dengan 58 Persen Warga Kategori Miskin

Dukuh Pencol menjadi salah satu wilayah terpencil di Tuban. Sebanyak 58 persen penduduknya tercatat masuk kategori miskin.

Nelayan Tuban-Lamongan Diingatkan Zona Terlarang FSO Gagak Rimang, Ini Alasannya

Nelayan Tuban-Lamongan Diingatkan Zona Terlarang FSO Gagak Rimang, Ini Alasannya

ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro menggelar Sosialisasi Zona Keselamatan dan Keamanan FSO Gagak Rimang di Tanjung Kodok Beach Resort, Paciran, Kabupaten Lamongan, Jumat (6/11).

Bumi Wali FC Agendakan Uji Coba dengan Klub Liga 2 

Bumi Wali FC Agendakan Uji Coba dengan Klub Liga 2 

Di tengah ketidakpastian jadwal Liga 4 2026/2027, Bumi Wali FC Tuban menyusun agenda uji coba melawan klub dari Liga 3, Liga 2, hingga Liga 1.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer