Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Insentif SPPG Berbasis Porsi, Pegawai MBG di Tuban Singgung Peran Kepala SPPG

Ahmad Atho'illah
Penulis: Ahmad Atho'illah❯
Perubahan insentif SPPG menjadi Rp 2.000 per porsi membuat penerimaan berfluktuasi, pegawai di Tuban menyoroti kejujuran pengelola. (Istimewa)
Perubahan insentif SPPG menjadi Rp 2.000 per porsi membuat penerimaan berfluktuasi, pegawai di Tuban menyoroti kejujuran pengelola. (Istimewa)

Advertisement

RADARTUBAN - WR, pegawai salah satu SPPG di Kabupaten Tuban yang di antara penerima manfaatnya siswa SMK mengaku bahwa klaim insentif yang diajukan ke BGN sesuai dengan jumlah penerima manfaat.

Disampaikan dia, sejak aturan insentif pengelola SPPG diubah dari Rp 6 juta per hari menjadi Rp 2 ribu per porsi, nominal insentif yang diterima terbilang fluktuatif. Kadang banyak, kadang sedikit. 

Menyesuaikan jumlah porsi MBG yang diproduksi. Bahkan, per harinya pun kadang beda.

‘’Seperti saat siswa SMK magang atau PKL, ya secara otomatis porsinya (jumlah MBG yang diproduksi, red) berkurang. Dan ketika jumlah penerima manfaatnya berkurang, maka insentif yang diterima juga berkurang,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disinggung soal akuntabilitas klaim porsi, WR memastikan bahwa jumlah porsi MBG yang diklaimkan ke BGN sesuai dengan data penerima manfaat.

Advertisement

"Ketika jumlah penerima manfaatnya berkurang seperti ketika siswa SMK kelas XI mulai magang, ya otomatis insentif yang diterima juga berkurang,’’ katanya.

Terkait potensi manipulasi porsi demi mendapat insentif maksimal, WR enggan untuk mengomentari. Tapi yang jelas, terang dia, semua itu tergantung masing-masing pengelola SPPG.

"Kuncinya adalah di kepala SPPG masing-masing. Selama kepala SPPG-nya berintegritas dan jujur, maka klaim insentif yang diajukan tidak akan beda dengan jumlah penerima manfaat. Dan sejauh ini, saya melihat kepala SPPG di Tuban bisa dipercaya,’’ ujarnya.

Bagaimana jika oknum pengelola SPPG-nya atau mitra yang mencoba memanipulasi jumlah porsi?

‘’Makanya itu yang saya maksud. Kuncinya ada di kepala SPPG. Selama kepala SPPG jujur dan berintegritas, insyallah sesuai aturan aturan semua,’’ tandasnya. (tok)

Advertisement
Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Korupsi Motor Listrik untuk MBG, Negara Rugi Rp 863,84 Miliar

Korupsi Motor Listrik untuk MBG, Negara Rugi Rp 863,84 Miliar

Pengadaan 19.269 motor listrik untuk program MBG diduga merugikan negara Rp863,84 miliar. Lima tersangka dilimpahkan, ribuan unit dilaporkan tanpa baterai.

Daftar 6 Dapur MBG Tuban yang Ditutup BGN, Tersebar di Tiga Kecamatan

Daftar 6 Dapur MBG Tuban yang Ditutup BGN, Tersebar di Tiga Kecamatan

BGN membekukan sementara enam dapur MBG di Tuban. Sanksi diberikan karena pelanggaran teknis operasional, bukan kasus keracunan.

Sudaryono Habiskan Nyaris Rp 200 Juta untuk Boosting MBG, Ternyata Pakai Uang Pribadi

Sudaryono Habiskan Nyaris Rp 200 Juta untuk Boosting MBG, Ternyata Pakai Uang Pribadi

Sudaryono mengaku mengeluarkan hampir Rp 200 juta untuk boosting konten MBG di Meta dan menyebut dananya berasal dari uang pribadi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer