Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lahan Sudah Dibebaskan, Proyek Long Storage Jadi Masih Menunggu Pusat

M. Mahfudz Muntaha
Penulis: M. Mahfudz Muntaha❯
Aliran sungai Banyulangse Desa Boto, Kecamatan Semanding dari sisi atas yang diproyeksikan menjadi lokasi Jadi Long Storage. (M. MAHFUDZ MUNTAHA/RADAR TUBAN)
Aliran sungai Banyulangse Desa Boto, Kecamatan Semanding dari sisi atas yang diproyeksikan menjadi lokasi Jadi Long Storage. (M. MAHFUDZ MUNTAHA/RADAR TUBAN)

Advertisement

RADARTUBAN -  Pemkab Tuban masih berupaya mendapat kepastian terkait kelanjutan proyek Long Storage Jadi.  Proyek ini diharapkan mampu mengendalikan banjir di wilayah Tuban kota dan Kecamatan Merakurak.

Proyek pembangunan tampungan air di kawasan hulu, tepatnya di sisi atas Air Terjun Banyulangse tersebut hingga kini belum memasuki tahap pembangunan fisik. Padahal, pemkab telah menyiapkan berbagai kebutuhan, termasuk studi kelayakan dan pembebasan lahan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Budi Wiyana mengatakan, pemerintah daerah telah mengalokasikan sekitar Rp 18 miliar dari APBD untuk pembebasan lahan proyek tersebut. Namun, pembangunan fisik belum mendapat kepastian.

Advertisement

”Pemerintah pusat juga sudah sepakat dan menjadikannya sebagai proyek strategis nasional (PSN), tetapi setelah itu ada evaluasi,” kata Budi kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Menurut Budi, Pemkab Tuban terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar proyek tersebut tetap dapat direalisasikan. Jika Long Storage Jadi tidak lagi masuk dalam daftar PSN, pemerintah daerah berharap pembangunannya tetap mendapat dukungan pendanaan dari kementerian terkait. ”Kalau tidak masuk PSN, paling tidak ada anggaran dari kementerian,” ujarnya.

Advertisement

Budi menerangkan, pembangunan Long Storage Jadi diperlukan untuk mengurangi risiko banjir di wilayah perkotaan. Tampungan air di kawasan hulu diharapkan dapat mengendalikan aliran sungai yang melewati wilayah Jadi hingga Banyulangse sebelum mengarah ke kawasan perkotaan. ”Sehingga kota terbebas banjir,” tegasnya. 

Menurut Budi, pembangunan proyek tersebut tidak memungkinkan sepenuhnya dibiayai melalui APBD. Kebutuhan anggaran untuk pembangunan fisik diperkirakan mencapai sekitar Rp 60 miliar.

Jika seluruh kebutuhan tersebut dibebankan kepada APBD, kata dia, ruang fiskal pemerintah daerah untuk membiayai program pembangunan lainnya akan semakin terbatas. ”Kalau pakai APBD, nanti yang lainnya bagaimana? Padahal daerah juga butuh perbaikan jalan dan lainnya,” imbuh mantan kepala bappeda setempat itu.

Sebelumnya, Pemkab Tuban telah menyelesaikan pembebasan lahan untuk proyek tersebut pada 2022. Lahan seluas 15,70 hektar di Desa Boto dan Desa Jadi, Kecamatan Semanding, dibebaskan dari 95 warga dengan anggaran sekitar Rp 18 miliar yang bersumber dari APBD.

Pembangunan Long Storage Jadi semula direncanakan mulai dikerjakan pada 2024. Namun, hingga kini pekerjaan fisik belum dimulai.

Advertisement
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : Radar Tuban
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Minim Pesaing, Proyek Rekonstruksi Jalan Lingkar Selatan Tuban Diborong Rekanan Bojonegoro

Minim Pesaing, Proyek Rekonstruksi Jalan Lingkar Selatan Tuban Diborong Rekanan Bojonegoro

Tiga paket proyek rekonstruksi JLS Tuban senilai Rp 36,9 miliar dari P-APBD 2026 resmi dimenangkan oleh kontraktor asal Bojonegoro.

Rp 3,8 Miliar Proyek Check Dam di Kerek Belum Dikerjakan, Terkendala Izin Kementerian

Rp 3,8 Miliar Proyek Check Dam di Kerek Belum Dikerjakan, Terkendala Izin Kementerian

Dua proyek check dam di Desa Padasan dan Temayang, Kerek, Tuban, belum dikerjakan meski lelang rampung sejak Juli 2026.

Lahan Proyek GRR Pertamina Tuban Tiga Kali Terbakar, Penyebab Belum Terungkap

Lahan Proyek GRR Pertamina Tuban Tiga Kali Terbakar, Penyebab Belum Terungkap

Lahan proyek GRR Pertamina Tuban kembali terbakar. Ini menjadi kebakaran ketiga sepanjang musim kemarau dengan area terdampak lebih dari 8 hektare.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer