Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Status UHC Jadi Ganjalan Kerja Sama Layanan Kemoterapi BPJS di RSUD Koesma Tuban

Ahmad Atho'illah
Penulis: Ahmad Atho'illah❯
Pasien kanker di Tuban mengeluhkan belum adanya layanan kemoterapi BPJS Kesehatan di RSUD Koesma Tuban.(Radar Tuban)
Pasien kanker di Tuban mengeluhkan belum adanya layanan kemoterapi BPJS Kesehatan di RSUD Koesma Tuban.(Radar Tuban)

Advertisement

RADARTUBAN - RSUD dr R. Koesma Tuban menegaskan bahwa pengajuan perjanjian kerja sama pelayanan kemoterapi bagi pasien BPJS Kesehatan sebenarnya sudah memenuhi syarat.

Hanya saja, sampai saat ini masih menunggu agenda visit dari BPJS Kesehatan pusat yang tak kunjung teragendakan. Lantas, apa yang menyebabkan lambannya proses kerja sama tersebut?

Menyikapi polemik tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Tuban Roy Winanda Putra akhirnya angkat bicara.

Advertisement

Kepada wartawan koran ini, Roy—sapaan akrabnya—membenarkan bahwa PKS atau perjanjian kerja sama layanan kemoterapi bagi pasien BPJS Kesehatan di RSUD dr R. Koesma Tuban sudah diajukan.

Namun, karena ada beberapa indikator yang tercukupi, sehingga proses kerja sama klaim layanan kemoterapi bagi pasien BPJS masih terhambat.

Advertisement

Di antara indikator itu, terang Roy, adalah terkait UHC atau universal healt coverage.

Sebagaimana diketahui, UHC merupakan sistem penjamiman kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi di masing-masing daerah memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan.

Artinya, tidak ada lagi warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan, baik yang berkaitan dengan empat pilar utama pelayanan kesehatan (promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitasi) maupun perihal pembiayaan. Atau sederhananya, tidak ada lagi warga yang kesulitan berobat.

Dipaparkan Roy, suatu daerah dikatakan berstatus UHC apabila cakupan kesehatan semesta atau jumlah penduduknya yang terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) mencapai minimal 98,8 persen.

Sementara itu, berdasar data yang dimiliki BPJS Kesehatan, dari jumlah populasi Kabupaten Tuban yang mencapai kurang lebih 1.272.673 jiwa, persentase UHC-nya baru sekitar 95,65 persen.

Advertisement
Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kemoterapi dan Ring Jantung di RSUD Tuban Belum Ditanggung BPJS, Pasien Harus Berobat ke Luar Daerah

Kemoterapi dan Ring Jantung di RSUD Tuban Belum Ditanggung BPJS, Pasien Harus Berobat ke Luar Daerah

Layanan kemoterapi dan pemasangan ring jantung di RSUD dr R Koesma Tuban belum ditanggung BPJS. Pasien masih harus berobat ke luar daerah

Kasus Yurizal Viral, Pandji Soroti Sistem BPJS Usai Pasien Dihina Oknum Nakes di Threads

Kasus Yurizal Viral, Pandji Soroti Sistem BPJS Usai Pasien Dihina Oknum Nakes di Threads

Kasus Yurizal menjadi sorotan usai unggahannya di Threads viral. Pandji Pragiwaksono menilai persoalan ini berkaitan dengan sistem pelayanan BPJS.

561 Mahasiswa KKN Unirow Tuban Diberangkatkan ke Tiga Kabupaten, Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

561 Mahasiswa KKN Unirow Tuban Diberangkatkan ke Tiga Kabupaten, Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Sebanyak 561 mahasiswa Unirow Tuban resmi dilepas untuk KKN 2026 di 3 kabupaten. Seluruh peserta mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer