Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kamus Bahasa Gaul (Upadate Februari 2025)

Yudha Satria Aditama
Ilustrasi
Ilustrasi

RADARTUBAN – Setiap generasi selalu memiliki istilah atau bahasa slang sendiri karena bahasa terus berkembang mengikuti perubahan budaya, teknologi, dan cara komunikasi di zaman­nya. Ada beberapa alasan utama mengapa fenomena ini terjadi:


Advertisement

1. Identitas dan Kebersamaan
Slang membantu membangun identitas generasi tertentu. Anak muda menggunakan bahasa khusus untuk merasa lebih dekat dengan teman sebaya dan membedakan diri dari generasi sebelumnya. Misalnya, Gen Z punya istilah seperti “rizz” (karisma) atau “cap” (bohong), yang mungkin membingungkan bagi generasi lebih tua.

2. Perubahan Teknologi dan Media Sosial
Setiap era memiliki platform komunikasi dominan yang memengaruhi bahasa slang.
Gen X dan awal milenial terbiasa dengan SMS, sehingga muncul singkatan seperti “LOL”, “BRB”, dan “TTYL”.  Gen Z tumbuh dengan TikTok dan Twitter yang mendorong singkatan dan tren seperti “slay”, “based”, atau “no cap”.

3. Pengaruh Budaya Pop
Film, musik, dan tren internet sering kali melahirkan kata-kata baru. Misalnya, istilah “sus” (suspicious) berasal dari game Among Us, dan istilah “stan” (penggemar berat) berasal dari lagu Eminem.

Advertisement

4. Cara Menyampaikan Ekspresi dengan LebihCepat dan Santai
Slang sering kali lebih ringkas dan ekspresif dibanding bahasa formal. Contohnya, alih-alih menga­takan “Aku suka banget sama sesuatu”, Gen Z
bisa bilang “vibes” atau “it’s giving [sesuatu]”.

5. Pemberontakan Terhadap Bahasa Formal
Slang juga sering digunakan sebagai bentuk pemberontakan kecil terhadap norma bahasa yang kaku. Ini membuat bahasa terasa lebih dinamis dan menyenangkan, sambil menunjukkan bahwa suatu generasi punya cara komunikasi sendiri.

Jadi, kalau sekarang kita merasa bingung dengan istilah baru dari anak muda, itu wajar! Dulu, orang tua kita juga bingung dengan bahasa kita sendiri.

Advertisement

Sebelumnya, Gen Z juga sudah banyak melahirkan tren baru, termasuk kata-kata slang seperti skibidi, sigma, dan lainnya.

Generasi yang lahir para 1998 – 2012 itu telah banyak menciptakan kosakata unik mereka sendiri. Memahami slang ini dapat membantu orang tua dan pendidik untuk lebih mengerti cara berkomunikasi.

Namun, perlu diingat bahwa bahasa gaul terus berevolusi, dan beberapa istilah mungkin cepat berganti atau memiliki variasi makna.

Advertisement
Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Musik hingga Bahasa Gaul Jakarta Makin Digemari Anak Muda Malaysia, Ada Apa?

Musik hingga Bahasa Gaul Jakarta Makin Digemari Anak Muda Malaysia, Ada Apa?

okoh budaya Malaysia khawatir bahasa Melayu baku mulai tergeser oleh bahasa gaul Jakarta. Di sisi lain, Bahasa Indonesia juga telah resmi diakui oleh UNESCO.

Jangan Mudah Percaya Kabar Viral, Marissa Anita Ingatkan Pentingnya Cek Fakta

Jangan Mudah Percaya Kabar Viral, Marissa Anita Ingatkan Pentingnya Cek Fakta

Marissa Anita mengingatkan pentingnya berpikir kritis, memeriksa sumber, dan membandingkan berita di tengah maraknya hoaks.

Terlalu Lama Scroll Media Sosial Bikin Otak Lelah? Kenali Fenomena Cognitive Overload

Terlalu Lama Scroll Media Sosial Bikin Otak Lelah? Kenali Fenomena Cognitive Overload

Terlalu lama scroll media sosial dapat memicu kelelahan mental. Kenali fenomena cognitive overload dan cara mengatasinya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer