RADARTUBAN – Program Angkutan Pelajar Gratis resmi diperpanjang. Perpanjangan tersebut menyusul penandatanganan kontrak oleh PT Agung Tuban Makmur (ATM) pada 11 Oktober 2023 atau tiga hari lalu.
Itu berarti perusahaan ini untuk kali ketiganya memenangkan tender proyek Angkutan Pelajar Gratis.
Sebelumnya, perusahaan yang sama juga menjalankan program serupa periode pertama pada akhir 2022 dan periode kedua awal 2023.
Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban Imam Isdarmawan mengatakan, tender proyek angkutan pelajar berlangsung terbuka melalui laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Karena itu, siapa saja bisa mengikuti tender tersebut asalkan memenuhi syarat.
‘’Syaratnya yang bisa ikut lelang harus PT (perseroan terbatas), BUMD (badan usaha milik daerah), atau koperasi,’’ terangnya.
Sebagaimana diketahui, program Angkutan Pelajar Gratis periode kedua direalisasikan awal Maret lalu. Sumber dananya, APBD 2023 sebesar Rp 483,5 juta.
Total kendaraan yang dioperasikan sebanyak 41 unit mobil penumpang umum (MPU) dan angkutan kota.
Puluhan armada tersebut beroperasi pada 14 rute dalam kota dan antarkecamatan.
Untuk program yang sama tahun ini, kata Imam, anggarannya kurang lebih sama, meski pemkab mensyaratkan penambahan rute dan armada.
‘’Dengan anggaran yang sama, kami meminta perusahaan untuk menambah rute dan armada,’’ kata dia.
Pejabat lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi itu mengungkapkan, sebenarnya program Angkutan Pelajar Gratis tidak terbatas untuk armada angkutan kota saja.
Perusahaan otobus yang berbasis PT pun bisa mengikuti tender penyedia armada. Hanya saja, nominal anggarannya tak berubah.
‘’Dengan nominal yang sudah teranggarkan, jika ada perusahaan armada yang lebih besar berkenan ikut, dipersilakan mengikuti tender,’’ ujarnya.
Imam memastikan tidak ada kenaikan anggaran dari program tahun sebelumnya. Program Angkutan Pelajar Gratis diproyeksikan segera dimulai bulan ini.
Pemkab Tuban menggelontorkan anggaran sekitar Rp 483,8 juta. Anggaran tersebut untuk operasional 43 armada selama dua bulan.
‘’Untuk mekanismenya masih sama menggunakan sistem lelang melalui LPSE,’’ tegas pejabat yang tinggal di Bojonegoro itu.
Imam mengatakan, tambahan armada direncanakan untuk memfasilitasi permintaan pelajar disabilitas di Kecamatan Jenu yang menempuh pendidikan di Tuban.
Dia menyebut program moda transportasi gratis tersebut dilanjutkan untuk mengurangi mobilitas banyaknya kendaraan bak terbuka yang mengangkut pelajar.
‘’Juga membantu akses teman-teman pelajar disabilitas yang bersekolah,’’ imbuhnya.(yud/ds)
Editor : Amin Fauzie