RADARTUBAN – Capaian pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata tahun ini cukup positif.
Hingga akhir Oktober ini, pendapatan retribusi tiket wisata yang dikelola pemerintah daerah telah mencapai Rp 1,137 miliar, atau sekitar 111 persen dari target Rp 1,020 miliar, sudah terealisasi.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban Muhammad Emawan Putra mengatakan, PAD sektor wisata itu meliputi Pantai Boom, Pemandian Bektiharjo, dan Goa Akbar.
‘’Dari terget (komulatif, Red) PAD yang ditetapkan, saat ini sudah mencapai target,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Praktis, dengan sisa waktu tahun anggaran 2023 yang masih dua bulan, otomatis PAD akan jauh melampaui terget.
Namun, berapa target yang akan terlampaui, Wawan—sapaan akrab Muhammad Emawan Putra—enggan berandai.
‘’Yang jelas, kami akan terus berupaya meningkatan PAD,’’ ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, dari ketiga wisata yang dikelola Pemkab Tuban tersebut, yang paling mendominasi pendapatan adalah Pantai Boom.
Dari pendapatan yang sudah mencapai Rp 1,1 miliar lebih tersebut, wisata bahari di utara Alun-Alun Tuban itu menyumbang hampir separo, atau sekitar Rp 500 juta.
‘’Selebihnya dari Pemandian Bektiharjo dan Gua Akbar,’’ ungkapnya.
Disampaikan mantan Inspektur Wilayah IV Inspektorat Tuban itu, tingginya retribusi dari Pantai Boom tersebut cukup maklum.
Sebab, dari ketiga wisata yang menjadi tanggung jawab pemkab tersebut, Pantai Boom paling representatif untuk dikunjungi.
‘’Tempatnya strategis, mudah dijangkau, dan wisata pantai itu paling banyak digemari masyarakat. Karena itu, PAD-nya paling banyak,’’ paparnya.
Lebih lanjut, pejabat lulusan UPN Veteran Jawa Timur itu menjelaskan, selain karena memang representatif, instansinya juga melakukan menjalin kerja sama dengan sejumlah biro perjalanan wisata.
Dan salah satunya yang paling dimintai adalah Pantai Boom. Alasan rata-ratanya, karena sepaket dengan wisata religi Makam Sunan Bonang.
‘’Menjalin kerja sama dengan biro perjalanan wisata itu sangat efektif,’’ terang dia.
Tidak kalah penting dari naiknya PAD wisata, lanjut Wawan, adalah efek domino terhadap peningkatan ekonomi pedagang di sekitar lokasi wisata.
‘’Dan itu (efek domino, Red) penting sekali. Keberadaan wisata harus bisa berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi,’’ tandasnya. (zia/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah