TUBAN – Musim kemarau berkepanjangan membawa berkah bagi para produsen es batu kristal di Tuban. Selama empat bulan terakhir ini, permintaan dari konsumen mengalami peningkatan signifikan.
Rizal Futoqi, 35, pemilik usaha es batu kristal di Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban mengatakan, selama kemarau ini pendapatan usahanya meningkat tiga kali lipat dibanding sebelum kemarau.
Per hari, pendapat kotornya mencapai Rp 2-3 juta. Beda jauh saat sebelum kemarau, yang hanya menghasilkan Rp 1 juta per hari.
‘’Kadang sampai kewalahan memenuhi permintaan dari para konsumen,’’ katanya.
Lebih lanjut, pria asli Lamongan itu mengatakan, saat weekend, permintaanya semakin banyak. Rata-rata sekitar 600 plastik, sedangkan weekday hanya sekitar 400 plastik.
‘’Mayoritas konsumen dari para penjual minuman di CFD,’’ ujar Rizal—sapaan akrabnya.
Selain dari para pelaku usaha minuman, konsumen juga datang dari orang rumahan. Bahkan, ada juga digunakan untuk mandi karena cuaca yang begitu panas.
‘’Unik memang, tapi faktanya seperti itu. Ada yang membeli untuk berendam atau mandi di rumah,’’ katanya.
Hal senada juga disampaikan Siswoyo, 47, produsen es batu kristal di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding. Selama musim kemarau ini pendapatannya berlipat ganda.
Meski hanya memiliki dua freezer, setiap harinya selalu habis bahkan permintaannya melebihi stok di freezer.
‘’Kadang sampai bingung karna setiap hari permintaan dari konsumen selalu banyak,’’ tuturnya.
Dikatakan dia, ketika permintaan banyak sedangkan stok yang dimilikinya terbatas, dirinya sampai harus mengambil es dari tempat usaha es kristal yang produksinya lebih besar.
‘’Demi kepuasan konsumen selalu saya upayakan menyediakan stok banyak,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah