Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Angga Risky Pratama, Juara 1 LKS Nasional 2023. Latihan Hampir Setiap Hari, Kadang Pulang hingga Larut Malam

Aimatul Fauziyah • Selasa, 7 November 2023 | 15:00 WIB

PRESTASI: Angga saat mengerjakan modul polishing atau tahap penghalusan permukaan benda kerja.
PRESTASI: Angga saat mengerjakan modul polishing atau tahap penghalusan permukaan benda kerja.

Practice makes perfect. Slogan ini benar-benar menggambarkan perjuangan Angga Risky Pratama dalam meraih juara 1 Lomba Kompetisi Siswa (LKS) 2023 nasional. Berkat kegigihannya dalam berlatih, dia akhirnya berhasil menyabet medali emas.

SAAT ini, Angga Risky Pra­tama sudah menempuh pen­didikan perguruan tinggi di Universitas Negeri Sura­baya (Unesa) jurusan teknik mesin. Namun, saat mengi­kuti LKS 2023, dia masih berstatus se­bagai siswa SMK Taruna Jawa Prawira (TJP) Tuban.


Mahasiswa yang akrab disa­­pa Angga ini berhasil meraih juara 1 LKS 2023 nasional ke-31 bidang lomba Plastic Die Engineering yang diseleng­garakan pada 23-28 Oktober lalu. Capaian pres­tasi gemilang ini setelah melalui proses yang cukup panjang.

Dari tingkat pro­vinsi hingga nasional. Ber­saing dengan ratusan siswa terbaik dari level kabu­paten/kota dan provinsi se-Indo­nesia. Bahkan, sebelum lom­ba pun sudah melakukan persiapan yang panjang.


Remaja kelahiran Tarakan, Kalimantan Utara mence­ritakan, awalnya tidak me­miliki bayangan bakal me­ngikuti LKS. Apalagi di bi­dang plastic die engineering.

Dia baru benar-benar serius memahami bidang yang akan dilombakan setelah ditunjuk mewakili sekolah. Mulanya, Angga mengikuti seleksi di tingkat sekolah. Selanjutnya, kemudian ditunjuk mewakili sekolah ke tingkat provinsi.


Dari situ, dia mulai berlatih setiap hari dengan guru pemimbing, hingga akhirnya juara 1 LKS tingkat Provinsi Jawa Timur di bidang Plastic Die Engineering dan lolos ke tingkat nasional. Saat lolos ke tingkat nasional itulah, anak dari pasangan Rahmat Hidayat dan Sulistini itu menguras tenaga dan pikiran. Sebab, pada saat yang sama, dia juga mem­persiapan diri untuk masuk ke universitas.


Selama persiapan menuju LKS nasioal, hampir setiap hari latihan di sekolah. Tidak jarang pulang hingga larut malam.

‘’Paling cepat (pu­lang, Red) biasanya magrib, tapi kadang sampai pukul sepuluh malam. Kalau di­bilang melelehakan, pasti melelahkan.

Tapi saya selalu bersuaha tetap santai. Ter­penting, bagaimana mem­bagi waktu dengan baik,’’ ujarnya.


Mahasiswa yang saat ini berdomisili di Desa Ngino, Kecamatan Semanding itu menjelaskan, cabang lomba Plastic Die Engineering ada­lah kategori lomba manu­faktur dan rekayasa tek­nologi, yakni pembuatan moulding cetakan plastic yang dilakukan dengan cara injection agar terbentuk semua model kerja.

‘’Karena yang dinilai adalah poin-poinnya, seperti desain, ukuran, kehalusan dan kera­pian, serta safety K3 (kese­hatan dan keselamatan kerja). Maka itu yang benar-benar saya sempur­nakan betul. Dan Alhamdulillah berhasil,’’ ungkapnya.


Menurutnya, apa yang dia raih saat ini tidak lepas dari bimbingan para guru dan doa kedua orang tuanya. ‘’Tanpa bapak-ibu guru dan orang tua, saya tidaklah sia­pa-siapa,’’ tuturnya rendah hati. (zia/tok)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Tuban #berlatih #prestasi #nasional #desain #plastic die engineering #TJPS #Membagi waktu #lks #siswa #juara #tarakan #Lomba Kompetisi Siswa #angga #sekolah #Semanding #universitas