RADARTUBAN – Proyek pelebaran Jalan Soekarno – Hatta (Suhat) benar-benar tak dihiraukan tujuh pemilik tiang provider ini.
Meski sudah diberi peringatan sejak sebulan lalu, tujuh tiang yang bergerombol di satu titik tersebut tak kunjung dipindah.
Berdasarkan penelusuran Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Jawa Timur, dari tujuh tiang, enam tiang sudah teridentifikasi pemiliknya berdasarkan label warna.
Pemiliknya yakni XL Home, Indosat, Corporate BTS Seluler (iforte Bali tower), BTS Seluler Fiber JKT/Bali (Iforte Balitower), MNC Play Media dan Jabartel.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR PRKP Tuban Basdi mengatakan, keputusan untuk memindahkan tiang ada di Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Jawa Timur.
Sementara itu, pihaknya hanya merekomendasikan untuk segera memindahkan tiang agar tidak mengganggu proyek.
‘’Kami tidak tahu akan dipindahkan kapan, kalau bisa dalam waktu dekat ini,’’ jelasnya.
Basdi menambahkan, keputusan akhir untuk memindahkan tiang ada di Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Jawa Timur.
‘’Jika tidak ingin proyek ini molor harus segera dipindahkan agar pekerjaan tim di lapangan bisa cepat tuntas,’’ tegasnya.
Terpisah, Staff Lapangan Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Jawa Timur Siska Yufina justru menyatakan bahwa kewenangan untuk memindahkan tiang provider harus ada persetujuan Dinas PUPR PRKP Tuban.
‘’Kami tinggal menunggu instruksi saja untuk merobohkannya,’’ ujar dia.
Lebih lanjut disampaikan Siska, pihaknya sudah mulai resah dengan keberadaan tiang tersebut yang mengganggu proyek pelebaran Jalan Soekarno-Hatta Tuban.
‘’Sisa dua bulan lagi tapi masih ada kendala tiang membentang,’’ imbuhnya.
Jika tiang tidak segera dipindahkan maka kemungkinan penyelesaian pelebaran jalan berpotensi akan molor.
‘’Paling tidak akhir bulan ini tiang harus segera dipindahkan agar proyek pelebaran jalan bisa tuntas tepat waktu,’’ ungkap dia.
Dia mengungkapkan bahwa proyek pelebaran Jalan Soekarno-Hatta hingga saat ini sudah mencapai progres sekitar 80 persen.
Pekerjaan di lapangan masih menyisakan lapisan tahap akhir dan penyelesaian pedestarian di masing-masing bahu jalan.
‘’Optimis bisa tuntas tepat waktu,’’ pungkasnya. (an/yud)
Editor : Amin Fauzie