Anis Khoirunnisa, Pengusaha Butik yang Sempat Bercita-cita Menjadi Guru
Dulu Lamarannya Ditolak, Kini Jadi Jujukan Tempat Magang Siswa
Tidak semua yang kita harapkan menjadi kenyataan. Menjadi guru adalah cita-cita Anis Khoirunnisa. Namun, takdir membawanya menjadi pengusaha butik.
ANNISA DWI KUSUMA HANY, Tuban
SETIAP orang memiliki takdirnya masing-masing. Tugas manusia hanya berusaha, ikhtiar, dan berdoa. Selebihnya menjadi hak prerogatif Tuhan. Itu pula yang terjadi dalam hidup Anis Khoirunnisa.
Lulus dengan gelar sarjana dari kampus ternama, Anis berharap menjadi seorang guru. Surat lamaran disebar ke sejumlah sekolah, tapi tidak ada satu pun yang diterima. Sempat putus asa, namun takdir memilihkan jalan yang lain. Gagal menjadi pendidik, kini malah menjadi pengusaha butik.
Titik balik itu dimulai pada 2017. Berkat dukungan penuh dari orang tuanya, akhirnya dia yakin untuk mendirikan butik. Dan uniknya, meski tidak menjadi guru, usaha yang ditekuninya tersebut masih bisa memberikan kontribusi di dunia pendidikan: sebagai tempat magang anak-anak SMK.
’’Dalam hati, meski tidak menjadi guru, saya tetap berharap bisa berkontribusi di dunia pendidikan. Dan Alhamdulillah, Allah mengabulkan. Kini banyak anak-anak SMK yang magang di butik yang saya dirikan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Butik yang didirikan dari cita-cita yang pupus itu diberi nama Rumah Jahit by AKN. Dari yang awalnya bekerja dengan satu karyawan, kini sudah memiliki 10 rewang. ’’Termasuk anak-anak magang juga. Ada yang dari Tuban sendiri, ada juga dari SMK luar Tuban,’’ ujar alumni SMAN 3 Tuban itu.
Kendati kini usahanya sudah berkembang cukup lumayan dan mempekerjakan banyak karyawan, bukan berarti tidak ada hambatan yang dilalui.
Ibu muda yang memiliki anak kembar ini sempat mengalami kondisi sulit. Itu terjadi saat belum memiliki banyak karyawan. Faktor melahirkan hingga harus merawat si buah hati, membuatnya sempat istirahat total dari pekerjaan yang ditekuni dari nol tersebut. ’’Selama istirahat itu banyak kehilangan pelanggan,’’ terang perempuan kelahiran 1993 itu.
Setelah kondisinya membaik dan beberapa karyawan mulai bisa diandalkan, akhirnya pelan-pelan bangkit kembali. ’’Alhamdulillah, kini sudah memiliki tim yang solid,’’ ujarnya.
Selama menjalankan usaha, Anis pernah beberapa kali mendapatkan penghargaan. Di antara penghargaan itu, juara unggulan dan juara terbaik kategori busana pesta pada Lomba Cipta Karya Busana Batik Tuban Tahun 2022.
’’Alhamdulillah, juga pernah dipercaya untuk menjahitkan baju seragam partai milik Bu Heny (Bupati Tuban dua periode 2002-2011 Haeny Relawati Rini Widyastuti) dan seragam pelantikan Pak Riyadi (Wakil Bupati Tuban saat ini),’’ tandasnya. (*/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama