RADARTUBAN - Rencana menghidupkan kembali jalur kereta api di Tuban semakin dimatangkan. Jalur kereta api itu rencananya menghubungkan Semarang-Demak-Kudus-Pati-Rembang-Tuban-Lamongan.
Rencana reaktivasi jalur kereta api yang menghubungkan Semarang-Demak-Kudus-Pati-Rembang-Tuban-Lamongan sedang dalam proses matang.
Kepala daerah dari wilayah yang dilintasi, termasuk Tuban, telah mengadakan beberapa rapat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk membahas hal ini.
Kabupaten Tuban baru-baru ini mengikuti rapat koordinasi virtual terkait rencana reaktivasi jalur KA. Bahkan juga dibahas dalam rapat paripurna.
Dalam rapat tersebut, dibahas mengenai jalur yang akan dilintasi serta memberikan kesempatan bagi masing-masing daerah untuk mengusulkan jalur yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
Rencana pengaktifan jalur kereta api Rembang-Jatirogo-Jenu-Babat kembali dibahas dalam rapat paripurna bersama DPRD Tuban.
Proyek strategis nasional (PSN) ini masuk dalam program prioritas Pemkab Tuban 2025.
‘’Untuk mendukung PSN, ada tujuh program priotitas Pemkab Tuban di tahun 2025. Salah satunya, reaktivasi rel kereta api,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban Budi Wiyana.
Sementara itu, saat masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di depan publik menyatakan dukungannya terhadap reaktivasi jalur kereta api di Tuban.
Hal ini sejalan dengan perkembangan industri di daerah tersebut serta rencana pembangunan kilang minyak baru. Reaktivasi ini diharapkan dapat memperlancar transportasi, terutama bagi pekerja dari luar daerah yang bekerja di Tuban.
Tujuan utama dari reaktivasi jalur kereta api adalah untuk memfasilitasi mobilitas pekerja dari luar daerah yang tidak menetap di Tuban namun bekerja di sana.
Dengan adanya akses KA yang memadai, diharapkan dapat mempermudah transportasi mereka serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri di Tuban.
Informasi ini mencerminkan upaya pemerintah daerah dan provinsi untuk memperbaiki infrastruktur transportasi guna meningkatkan konektivitas regional dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama