Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rendah Risiko, Investasi Emas di Tuban Naik Dua Kali Lipat

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 2 Januari 2025 | 19:30 WIB
Photo
Photo

 

RADARTUBAN – Di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, emas menjadi salah satu instrumen investasi yang mulai digemari masyarakat, termasuk di Kabupaten Tuban.

Sepanjang 2024 lalu, jumlah investor emas mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Pimpinan Cabang Pegadaian Tuban, Wahyu Mujiono mengungkapkan, jumlah investor tabungan emas (TE) di Tuban selama 2024 mencapai 4.618 orang atau sebanyak 16,8 kilogram (kg) dan 400 investor emas murni fisik atau senilai kurang lebih Rp 5 miliar.

‘’Jadi ada yang berupa tabungan emas dan emas murni fisik,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Wahyu menyampaikan, nasabah investor emas pada 2024 mengalami peningkatan sekitar 35 persen dari 2023 yang hanya sekitar 25 persen dari total nasabah Pegadaian Tuban.

‘’Jika ditotal, selama 2024 lalu ada sekitar 60 persen (investor emas dari total nasabah),’’ terang dia.

Lebih lanjut, Wahyu menyampaikan, kenaikan persentase investasi emas ini menunjukkan bahwa sedikit demi sedikit masyarakat Tuban mulai mengetahui dan paham terkait penanaman modal jangka panjang.

‘’Dan emas menjadi salah satu instrumen investasi yang aman,’’ katanya.

Mantan Pimpinan Cabang Pegadaian Tulungagung itu memaparkan, sepanjang 2024 lalu nilai emas mengalami kenaikan sebanyak 25-30 persen.

Diawali dengan harga Rp 1 juta pada Januari 2024, kemudian meningkat hingga Rp 1,5 juta menjelang akhir tahun.

Adapun yang investor yang paling mendominasi adalah perempuan dan kelompok anak-anak muda.

‘’Ini kemungkinan terjadi karena wanita lebih menyukai emas dan generasi muda yang mulai paham soal investasi,’’ terangnya.

Lebih lekas dia menjelaskan, sifat investasi emas adalah jangka panjang.

Setidaknya, investor harus menunggu selama 1-2 tahun untuk merasakan hasilnya.

‘’Meski harus menunggu cukup lama, investor emas ini dapat sewaktu-waktu menjual kembali emas murni yang telah dibelinya. Tak ada jangka waktu tertentu untuk menjual atau membeli emas,” jelasnya.

Menurut Wahyu, emas menjadi instrumen investasi yang kemungkinan kecil mengalami penurunan nilai.

Sebaliknya, nilai emas berpotensi mengalami kenaikan karena berbagai faktor, seperti ketidakpastian geopolitik, nilai tukar dollar AS, dan kebijakan ekonomi dari negara–negara adidaya.

‘’Sebab itu, emas menjadi salah satu instrumen investasi yang paling aman,’’ tandasnya. (saf/tok) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#emas #pegadaian #investasi emas #tabungan emas #emas Pegadaian