Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Skrining Ketat, UDD PMI Tuban Temukan 9 Kantong Darah Reaktif Virus Menular

Shafa Dina Hayuning Mentari • Senin, 20 Januari 2025 | 22:24 WIB
Salah satu warga mendonorkan darahnya di UDD PMI Tuban beberapa waktu lalu.
Salah satu warga mendonorkan darahnya di UDD PMI Tuban beberapa waktu lalu.

RADARTUBAN – Tidak semua pen­donor darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Tuban dalam kondisi sehat. Hampir saban bulan selalu ditemukan hasil donor darah yang reaktif virus.

Selama dua pekan awal 2025 ini, misalnya, sudah ditemukan sebanyak sembi­lan kantong darah tidak bisa didistribusikan lantaran reaktif virus.

Kepala UDD PMI Tuban Bambang Priyo Utomo me­nuturkan, sebelum disalur­kan ke sejumlah rumah sakit atau penerima, darah dari para pendonor lebih dulu dilakukan skrining empat parameter penyakit menular, yakni Hepatitis B, Hepatitis C, Sifilis, dan HIV.

‘’Dari hasil skrining, ada sembilan kantong darah yang reaktif virus (di antara virus hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan HIV, Red)’’ tutur Bam­bang—sapaan akrabnya ke­pada Jawa Pos Radar Tuban.
Bambang menyampaikan, dari sembilan kantong darah reaktif tersebut, tujuh di an­taranya reaktif virus He­patitis B, lalu satu kantong reaktif He­patitis C, dan satu lagi reaktif Sifilis.

‘’Sejauh ini tidak ada kantong darah yang reaktif virus HIV,’’ katanya.

Lebih lanjut, mantan Ke­pala Dinas Kesehatan, Pe­ngen­dalian Penduduk dan Ke­luarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban itu menyam­pai­kan, mayoritas pendonor tidak tahu jika mereka reaktif virus.

‘’Mereka baru sadar (darahnya reaktif virus, Red) saat kami sampaikan hasil­nya,’’ terang pejabat asal Kecamatan Tambakboyo itu.

Untuk memastikan kondisi kesehatan pendonor, terang Bambang, petugas meminta kepada pendonor untuk me­­lakukan tes ulang. Jika be­nar reaktif virus, UDD PMI akan memberikan ruju­kan ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

‘’Tujuannya, untuk menghindari penye­baran dan penularan penya­kit tersebut ke lingkungan masyarakat,’’ jelasnya.

Sayangnya, terang Bam­bang, sebagian pendonor malah merasa takut. Misal, yang terdata reaktif sebanyak sepuluh pendonor, yang da­tang kembali untuk peme­riksaan dan tindak lanjut hanya empat orang saja.

Kebutuhan Darah Meningkat 15 Persen
Pada bagian lain, sejak me­masuki penghujan hingga sekarang, kebutuhan darah dari sejumlah rumah sakit mengalami peningkatan sekitar 15 persen.

Bambang menyampaikan, meningkatnya kebutuhan darah ini lantaran permin­taan pasien demam berdarah yang terus bertambah. Selain itu, juga permintaan dari pasien cuci darah, tha­lasemia, dan pasien yang sedang menjalani operasi besar.

‘’Dari total jumlah dropping sebanyak 600-700 kantong darah ke rumah sakit, kami mengalami peningkatan sebanyak 90 kan­tong darah setiap melakukan dropping,’’ katanya.

Untuk mencukupi pening­katan jumlah kantong darah, PMI menyiasati dengan meng­hubungi kembali para pen­donor yang setidaknya sudah melakukan donor darah selama dua bulan terakhir.

‘’Ada juga rangkaian jadwal kegiatan donor darah seba­gai solusi untuk memenuhi peningkatan permintaan kantong darah dari rumah sakit daerah maupun swas­ta,’’ pungkasnya. (saf/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #donor darah #virus #Permintaan #Reaktif #UDD PMI #kantong #Menular #dbd