RADARTUBAN – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ronggomania mendesak keras suporter Persela Lamongan untuk segera membuat video permintaan maaf secara terbuka atas insiden kerusuhan di Stadion Tuban Sport Center (TSC) pada Selasa (18/2).
Tepat dua kali 24 jam kemarin (20/2)—sejak maklumat yang dilayangkan suporter Persatu Tuban terhadap suporter Persela Lamongan, belum ada video klarifikasi dan permintaan maaf dari suporter tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu.
Ketua DPP Ronggomania Apurwanto menyampaikan, itikad komunikasi permintaan maaf terhadap masyarakat Kabupaten Tuban sudah ada, namun baru secara lisan dan tulisan.
‘’Saya dan rekan-rekan (Ronggomania, Red) masih bersikukuh, wajib hukumnya pihak suporter Persela Lamongan dari berbagai elemen kelompok membuat video terbuka permintaan maaf kepada masyarakat Tuban,’’ tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, perwakilan dari salah satu kelompok suporter Persela Lamongan telah menemui Ronggomania, Kamis (20/2).
Mereka telah mengakui kesalahan dan siap mengawal perbaikan Stadion Tuban Sport Center.
‘’Kami masih menunggu kelompok suporter Persela lainnya untuk segera bersikap,’’ ujar dia.
Pria yang akrab disapa Apur itu menuturkan, dirinya berharap kelompok-kelompok suporter Persela Lamongan bisa duduk bersama membawa nama Persela Fans untuk segera membuat video klarifikasi secara terbuka bagi masyarakat Tuban.
‘’Agar kegaduhan yang beberapa hari memanas ini segera tuntas, kami juga menyerahkan langkah hukum maupun sanksi atas peristiwa lalu terhadap pihak yang berwenang,’’ bebernya.
Pasca peristiwa kerusuhan di Stadion Tuban TSC tiga hari lalu, Apur berharap kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran berharga bagi suporter-suporter lainnya, agar tidak berbuat anarkis hingga merugikan banyak pihak terutama klub kebanggan yang didukung.
‘’Sayang sekali jika keindahan sepak bola harus dirusak oleh oknum-oknum tak bertanggung-jawab,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama