Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ketua MKKS SMKN Tuban: Dalam Penguasaan AI, Guru Harus Berlari

Dwi Setiyawan • Jumat, 23 Mei 2025 | 02:30 WIB
Ketua MKKS SMKN Tuban Sucipto berdiskusi dengan Manager Iklan dan Event Jawa Pos Radar Tuban Dwi Setiyan terkait penyelenggaraan Workshop Future Using A1 kemarin (22/5)
Ketua MKKS SMKN Tuban Sucipto berdiskusi dengan Manager Iklan dan Event Jawa Pos Radar Tuban Dwi Setiyan terkait penyelenggaraan Workshop Future Using A1 kemarin (22/5)

RADARTUBAN-Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Bojonegoro-Tuban mendukung penuh Workshop Future Teaching Using AI yang digelar Jawa Pos Radar Tuban.

Untuk menyukseskan kegiatan yang bekerja sama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA-SMK Negeri dan Swasta Kabupaten Tuban tersebut, cabdindik mengeluarkan rekomendasi.

Dalam rekomendasi bernomor 400.3.4/782/101.6.22.2024 yang ditandatangani Kepala Cabdindik Wilayah Bojonegoro-Tuban Hidayat Rahman, masing-masing sekolah diminta menugaskan guru-guru untuk mengikuti Workshop Future Teaching Using AI.

Pendaftaran workshop tersebut dijadwalkan mulai 26 Mei hingga 26 Juni 2025.

Pelaksanaannya yang direncanakan di Aula SMKN 1 Tuban, Jalan Mastrip Nomor 2 Tuban tersebut berlangsung Juli-Desember.

Ketua MKKS SMKN Tuban Sucipto mengatakan, pendidik dituntut pintar menguasai teknologi informasi untuk mengembangkan pembelajarannya. Termasuk penguasaan Artificial Intelligence (AI).

"Dalam penguasaan AI, guru harus berlari ketika muridnya berjalan. Itu karena mereka (murid, Red) bisa belajar mandiri,’’ tegas pendidik yang dikenal memiliki pemikiran visioner itu.

Menurut Sucipto, dengan menguasai AI, pola pikir pendidik tidak bisa terkooptasi dan didikte algoritma.

"Pengembangan potensi diri pendidik ini justru menjadi tameng. Mereka tidak bisa dibentuk AI,’’ ujarnya.

Lebih lanjut Kepala SMKN 1 Tuban itu menyampaikan, pendidik harus menjadikan AI sebagai program untuk membantu pembelajaran, bukan malah sebaliknya, dikuasai.

"Ini yang saya tekankan kepada para pendidik agar mereka mengikuti pelatihan AI,’’ kata dia.(*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #artificial intelligence #Bojonegoro #Workshop Future Teaching Using AI #guru #cabdindik