RADARTUBAN - Viralnya temuan menu MBG berbelatung di wilayah Kecamatan Tambakboyo mendapat perhatian serius dari lembaga legislatif.
Wakil Ketua DPRD Tuban, Lutfi Firmansyah menegaskan bahwa kejadian ditemukannya belatung di menu MBG ini sangat mencedari program prioritas Presiden Prabowo.
‘’Ini harus dievaluasi secara menyeluruh. Jangan sampai kasus ini (menu MBG berbelatung, Red) membuat citra buruk terhadap program prioritas Pak Presiden,’’ ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua DPC Gerindra Tuban itu menegaskan, SPPG sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN) harus profesional dan memenuhi semua standar operasional prosedur (SOP).
Seperti menu makanan yang fres dan bahan bakunya jelas.
‘’SPPG harus menjamin setiap makanan yang diberikan ke siswa-siswi layak konsumsi, serta memenuhi gizi harian,’’ tegasnya sekaligus mewanti-wanti agar kasus serupa tidak terjadi lagi.
Politikus dari dapil 3 Tuban (Semanding, Grabagan, Rengel, dan Soko) itu meminta kepada semua pihak pengelola MBG agar tidak mengesampingkan aturan yang sudah ditetapkan.
Jangan hanya berorientasi pada keuntungan saja.
‘’Tujuannya harus satu, yakni memberikan makanan yang bergizi bagi peserta didik, sehingga kebutuhan gizi untuk pelajar dapat terpenuhi,’’ pungkasnya.
Selain DPRD, Dinas Pendidikan (Disdik) juga memberikan atensi terkait kasus yang membuat publik nirtrust terhadap program MBG tersebut.
‘’Kami akan melakukan evaluasi, karena permasalahan ini berada di pihak SPPG, nantinya kami akan koordinasi lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang,’’ ujar Kepala Disdik Tuban Abdul Rakhmat.
Dia menjelaskan, meski sebelumnya sudah ada rapat koordinasi antara pihak SPPG dengan dinas pendidikan terkait pelaksanaan program makan gratis ini, namun selama beberapa hari—sejak pelaksanaan berlangsung, belum ada laporan perkembangan lebih lanjut dari pihak SPPG ke institusinya.
‘’Kami tidak akan menunggu lama. Koordinasi lintas sektor akan langsung dilakukan agar permasalahan ini bisa diketahui secara jelas apa penyebabnya,’’ katanya.
Rakhmat menegaskan, dalam pelaksanaan program MBG ini, siswa di bawah naungan dinas pendidikan adalah penerima program. Karena itu, pihaknya akan mengajukan komplain kepada penyedia MBG.
‘’Kita akan beri peringatan kepada SPPG terkait supaya lebih berhati-hati ke depannya. Utamanya dalam penyiapan menu makanan bergizi agar kasus serupa tidak terulang lagi, baik di SPPG Tambakboyo maupun SPPG lainnya,’’ tandasnya. (fud/saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama