Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tuban Digelontor Tambahan Phonska 2.800 Ton

M. Mahfudz Muntaha • Senin, 8 Desember 2025 | 01:40 WIB
Petani di Desa Sumber, Kecamatan Merakurak menaburkan pupuk di lahan sawahnya.
Petani di Desa Sumber, Kecamatan Merakurak menaburkan pupuk di lahan sawahnya.

 

RADARTUBAN – Akhir tahun tinggal menghitung hari, namun keluhan kelangkaan pupuk belum juga berlalu.

Di tengah keresahan petani, Tuban mendapat atensi dari PT Pupuk Indonesia (PI) dengan menggelontorkan tambahan 2.800 ton phonska atau NPK majemuk.

Dengan demikian, stok NPK majemuk di Kota Legen membengkak menjadi 3.621 ton.

Di gudang penyangga Bumi Ronggolawe, stok pupuk terdata sebagai berikut.

Urea 1.071 ton, phonska 821 ton, dan organik 66 ton. Tambahan dari PI otomatis mengerek ketersediaan NPK majemuk.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Tuban Eko Julianto merespons keluhan kelangkaan pupuk di Tambakboyo, Kerek, dan Merakurak dengan berkoordinasi langsung dengan PI.

“Hasil koordinasi dengan Pupuk Indonesia dinyatakan jika stok pupuk cukup,” tegasnya.

Eko mengaku sudah mengingatkan distributor atau pelaku usaha distribusi (PUD) agar mempercepat dropping pupuk ke Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).

“Dan, kami sudah mengecek di salah satu PUD yang mengirim setiap hari,” ujarnya.

Mengapa petani masih kelimpungan mencari pupuk? Eko tak menampik terjadinya persoalan di lapangan.

Itu karena sejak November memasuki musim penghujan sekaligus musim tanam.

Kondisi ini, kata dia, menjadikan permintaan serentak meningkat di banyak daerah. Termasuk di tiga kecamatan yang mengeluh kekurangan pupuk.

Eko memastikan kondisi yang terjadi sekarang bukan karena gudang kosong, tapi tingginya permintaan.

Sementara itu, Rizal, petani Tambakboyo, mengaku desa-nya baru mendapat kiriman pupuk beberapa hari lalu.

Itu pun komposisinya tak seperti pertengahan tahun. Saat itu, dia bisa membawa pulang satu paket urea dan phonska. Sekarang, paket tersebut tak penuh.

“Dari kios mengatakan beberapa hari lagi mau datang lagi pupuknya,” pungkasnya. (fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #npk #pupuk #kota legen #Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan