RADARTUBAN - Di tengah gempuran era digital, ketekunan mendalami dunia literasi khususnya pada penulisan buku ilmiah menjadi langkah yang jarang dipilih oleh anak-anak muda.
Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Dewi Hidayatun Nihayah.
Berawal dari ketertarikan sederhana pada dunia seni dan literasi, dia kini tidak hanya dikenal sebagai seorang penulis aktif dengan belasan karya, namun juga pendiri rumah penerbitan independen HN Publishing.
Perjalanan Unin, panggilan karib Dewi Hidayatun Nihayah bukan sebuah kebetulan.
Melainkan berakar dari ketertarikannya pada literasi.
‘’Jadi awalnya coba-coba buat explore. Sampai sekarang akhirnya aku kembangkan buat buka penerbitan juga,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Tuban. ‘
Fokus Unin terbilang unik.
Jika kebanyakan penulis muda lebih memilih fiksi populer, dara asal Desa Weden, Kecamatan Bangilan ini justru menambatkan hatinya pada penulisan buku ilmiah.
Hingga saat ini, tercatat sudah lebih dari sepuluh buku dengan berbagai tema ilmiah yang berhasil dia terbitkan.
Bahkan, bagi dirinya, menulis karya berupa buku ilmiah memberikan kepuasan tersendiri karena menuntut ketajaman riset.
‘’Kalau tulisan formal seperti buku ilmiah, aku memang suka risetnya. Kadang harus diskusi sama teman-teman penulis lainnya,” jelasnya. Namun, dia juga tidak menampik bahwa dia tetap menulis puisi hingga artikel sebagai wadah menyalurkan ekspresi yang lebih bebas.
Kendati gadis 22 tahun ini begitu produktif, proses kreatif yang dilaluinya tidak selalu mulus.
Tantangan terbesar yang sering dihadapi Unin salah satunya adalah hilangnya ide saat sedang tahap pengerjaan tulisannya atau writer’s block.
‘’Biasanya sering tiba-tiba mandek atau kehabisan ide karena tidak mood. Terlebih, fokusku di buku ilmiah yang butuh konsentrasi penuh,” kata dia.
Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswi jurusan Ilmu Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban ini memiliki cara sederhana.
Dia bisa mencari mood booster berupa minum kopi dan makan camilan.
Juga jalan-jalan santai untuk merilekskan pikiran agar otaknya kembali segar.
Kebanggaan terbesarnya muncul saat melihat wujud fisik bukunya.
Melihat namanya yang tertera pada sampul buku semakin memberikan suntikan semangat untuk bisa terus berkarya.
Dorongan tersebut kemudian dia manifestasikan lebih jauh dengan mendirikan HN Publishing yang telah berjalan selama satu tahun.
‘’Tipsnya sederhana, yaitu harus bisa konsisten, memiliki tekad yang kuat, dan fokus menjadi kunci utama bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia literasi,” tandas gadis Libra itu.(saf)
Editor : Yudha Satria Aditama