RADARTUBAN – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Tuban memastikan ketersediaan stok darah aman hingga awal 2026.
Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan layanan transfusi darah selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak perlu khawatir.
Berdasarkan rekap data UDD PMI Tuban hingga Senin (22/12), total stok darah siap pakai mencapai 213 kantong. Stok tersebut terdiri atas berbagai komponen darah dan golongan.
Untuk komponen whole blood (WB) tersedia 39 kantong. Rinciannya, golongan darah A (10 kantong), B (8 kantong), O (17 kantong), dan AB (4 kantong).
Sementara itu, komponen packed red cell (PRC) atau sel darah merah menjadi stok terbanyak, yakni 143 kantong.
Meliputi, golongan darah A (31 kantong), B (43 kantong), O (41 kantong), dan AB (28 kantong).
Adapun komponen fresh frozen plasma (FFP) atau plasma beku segar tersedia 31 kantong. Masing-masing golongan darah A (13 kantong), B (8 kantong), O (5 kantong), dan AB (5 kantong).
Untuk komponen trombocyte (TC), UDD PMI Tuban tidak menyimpan stok karena masa kedaluwarsa yang terbatas. Namun, layanan trombosit tetap dapat diberikan apabila terdapat permintaan dari pasien.
Humas UDD PMI Tuban, Sarju Effendy, mengakui bahwa ketersediaan stok darah saat ini tergolong terbatas.
Meski demikian, pihaknya optimistis stok darah akan mencukupi hingga awal Januari 2026.
“Insya Allah tercukupi, sebab tanggal 23 Desember kami masih ada kegiatan donor darah di perusahaan. Kemungkinan bisa terkumpul 380 sampai 400 lebih kantong darah lagi. Cukup untuk memenuhi ketersediaan selama libur Nataru ini,” ujarnya.
Sarju menambahkan, pada awal Januari 2026 telah terjadwal kegiatan donor darah di sejumlah perusahaan besar. Dengan demikian, ketersediaan stok darah di UDD PMI Tuban diperkirakan tetap terjaga.
Namun demikian, dia tidak menampik bahwa menjelang libur Nataru jumlah pendonor mengalami penurunan.
Pada hari normal, jumlah pendonor berkisar antara 25–35 orang per hari. Saat ini, angka tersebut turun menjadi sekitar 20–25 pendonor per hari.
“Kebanyakan pendonor biasanya akan menunda sampai libur selesai, jadi memang sedikit banyak memengaruhi ketersediaan stok darah. Tapi bisa terkaver dengan adanya kegiatan donor darah terakhir tahun ini di salah satu perusahaan multinasional,” kata dia.(saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama