RADARTUBAN - Pemkab Tuban menyiapkan anggaran Rp 10 miliar untuk merevitalisasi objek wisata Gua Akbar.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang selama ini menjadi penyumbang terendah.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Tuban hingga September 2025, target PAD Gua Akbar sebesar Rp 260 juta baru terealisasi Rp 160 juta.
Jumlah tersebut diperoleh dari 17.416 kunjungan wisatawan selama sembilan bulan berjalan pada 2025.
Sebagai perbandingan, Pantai Boom mencatatkan capaian Rp 353 juta dari target Rp 450 juta.
Sedangkan Pemandian Bektiharjo meraih Rp 331 juta dari target Rp 440 juta.
Kepala Disbudporapar Tuban Mohammad Emawan Putra mengatakan, revitalisasi diarahkan untuk memperbaiki performa Gua Akbar sebagai destinasi wisata.
“Harapannya memang bisa mendongkrak PAD. Tapi realistis saja, jika tahun ini dibangun maka dampak ke PAD-nya baru bisa terlihat pada 2027. Bahkan, bisa jadi di tahun ini target PAD bisa turun karena selama pembangunan pengunjung akan dilarang masuk,” ujarnya.
Menurut Emawan, anggaran Rp 10 miliar akan difokuskan pada perbaikan fisik kawasan wisata agar lebih nyaman dan ramah pengunjung.
Revitalisasinya, meliputi tampak depan (facade) agar terlihat lebih modern, serta penataan bagian dalam gua agar tidak lagi terasa pengap.
“Tinggal menunggu konsultan untuk dijadikan seperti apa Gua Akbar ini. Paling tidak, tampak depan itu diubah menjadi yang lebih kekinian,’’ ujarnya.
Emawan kemudian menggambarkan kondisi dalam gua dengan ada tata pencahayaan. Kemudian lorongnya sepanjang 600–800 meter dilengkapi sirkulasi udara supaya tidak pengap.
‘’Jadi akan seperti tunnel agar pengunjung lebih nyaman. Nanti bisa saja dibangun kafe,” imbuhnya.
Revitalisasi Gua Akbar merupakan bagian dari visi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky dalam mewujudkan kawasan wisata terpadu.
Nantinya, Gua Akbar akan dikoneksikan dengan area parkir wisata, Makam Sunan Bonang, hingga kawasan Pantai Boom.
“Jadi satu rangkaian. Wisatawan tidak hanya lihat gua, namun diarahkan ke pasar dan wisata terdekat yang menyajikan produk lokal Tuban. UMKM di sana juga akan ditata secara tematik,” kata mantan Irban V Inspektorat Tuban itu.
Pembangunan fisik, lanjut dia, direncanakan dimulai paling lambat pada Mei atau Juni 2026. Saat ini, pemerintah daerah masih mematangkan perencanaan sebelum proses lelang.
Selain Gua Akbar, beberapa kawasan lain juga masuk dalam rencana revitalisasi, seperti Pasar Bongkaran, trotoar Jalan KH Mustain, serta kawasan Pantai Boom.
Seluruh proyek tersebut akan diselaraskan konsepnya.
“Paling tidak sama seperti yang sudah terbangun di Masjid Agung, alun-alun, dan makam Sunan Bonang,” tegas Emawan.
Meski infrastruktur diperbaiki, dia menilai tantangan utama justru terletak pada sumber daya manusia.
Karena itu, dia meminta masyarakat sekitar mengubah pola pikir agar lebih ramah kepada wisatawan.
Menurut Emawan, pembangunan pariwisata tidak hanya soal infrastruktur, namun juga membangun ekosistem.
Masyarakat diharapkan menyediakan produk yang dibutuhkan wisatawan, seperti makanan dan suvenir khas Tuban.
Masyarakat, kata dia, juga harus bisa melihat sisi positif pergerakan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan pariwisata.
Seperti berjualan apa pun yang dibutuhkan wisatawan pasti akan laku dan memutar roda ekonomi.
‘’Untuk menumbuhkan mindset perlu kontribusi berbagai pihak termasuk warga lokal sendiri,” katanya.(saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama