Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Uang Arisan Warga Tuwiri Wetan Raib, Investasi Bodong KembalI Terjadi di Tuban: Kerugian Capai Rp 800 Juta

M. Mahfudz Muntaha • Kamis, 12 Februari 2026 | 15:05 WIB

Kenali ciri-ciri investasi bodong.
Kenali ciri-ciri investasi bodong.

RADARTUBAN – Niat menabung melalui arisan justru berujung kekecewaan bagi puluhan warga Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak.

Uang arisan yang selama ini dikumpulkan hingga ratusan juta rupiah diduga digelapkan oleh pengelolanya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, dugaan penggelapan tersebut terungkap pada Senin (9/2).

Arisan itu diikuti 125 orang dengan setoran Rp 100 ribu per peserta. Setiap kali pengocokan, dana yang seharusnya diterima mencapai Rp 12,5 juta.

Namun, di tengah perjalanan, pembagian dana tidak berjalan semestinya. Sejumlah peserta yang namanya sudah keluar justru tidak menerima uang.

Baca Juga: CIO Danantara: Tak Hanya BUMN, Saham Swasta Berfundamental Kuat Juga Jadi Target Investasi

Hingga Senin (9/2), tercatat sekitar 90 orang belum menerima haknya. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 800 juta.

Belakangan diketahui, uang tersebut diduga dibawa kabur oleh bandar arisan. Tidak hanya satu kelompok, bandar yang sama juga disebut mengelola beberapa arisan lain dengan nilai pencairan hingga Rp 30 juta per putaran.

Dari keseluruhan kelompok tersebut, kerugian ditaksir mendekati Rp 400 juta.

Merasa dirugikan, lebih dari 100 warga mendatangi rumah bandar arisan pada Senin malam. Di hadapan warga, yang bersangkutan hanya terdiam dan tidak memberikan banyak penjelasan.

Salah satu peserta arisan yang enggan disebutkan namanya mengaku tak menyangka akan mengalami kejadian tersebut. Selama ini, pengelolaan arisan dinilainya berjalan normal.

“Nama saya sudah keluar, tapi uangnya tidak pernah diberikan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Dia juga mengungkapkan, bandar arisan sempat mendatangi rumahnya untuk menagih setoran meski namanya telah keluar.

“Ternyata itu supaya kami yang seharusnya dapat tidak datang saat pengocokan,” katanya.

Pada Selasa (10/2), sejumlah warga mendatangi balai desa setempat. Pemerintah desa menyatakan siap membantu memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut.

Abidin, salah satu keluarga anggota arisan, menduga pengelola memang telah berniat menggelapkan uang para peserta. Dugaan itu menguat setelah rumah terduga pelaku didatangi para korban, dan sejumlah barang elektronik diketahui sudah tidak ada.

“Televisi, kulkas, dan mesin cuci sudah tidak ada,” kata Abidin.

Menurut keterangan warga sekitar, barang-barang tersebut sebelumnya diangkut menggunakan mobil pikap. Hal itu memunculkan dugaan kuat bahwa terduga pelaku telah bersiap pergi.

Abidin menambahkan, terduga pelaku sempat menyatakan kesanggupan mengganti kerugian dengan menjual tanah. Namun, rumah yang saat ini ditempati disebut telah digadaikan ke bank.

Baca Juga: Roma Kunci Daniele Ghilardi hingga 2030, Investasi Sunyi untuk Masa Depan Lini Belakang Giallorossi

“Yang bersangkutan selalu mengelak saat dimintai kejelasan dan keterangannya tidak jelas,” ujarnya.

Kekesalan warga memuncak pada Selasa malam ketika terduga pelaku sempat menolak menandatangani surat pernyataan kesanggupan mengembalikan kerugian dan memilih mendatangi kantor polisi.

Setelah dimediasi, yang bersangkutan akhirnya bersedia menandatangani surat tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Merakurak AKP Hartono mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi dari para korban.

“Kami baru sebatas melakukan mediasi,” ujar Hartono saat dikonfirmasi.

Ia menyampaikan, mediasi dilakukan setelah terduga pelaku mendatangi Mapolsek Merakurak dan bertemu dengan para korban.

Dalam pertemuan itu, dibuat surat pernyataan kesanggupan dari yang bersangkutan untuk mengembalikan uang para peserta arisan. (fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuwiri Wetan #arisan #Merakurak