Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Hujan di Tuban Mulai Melandai, BMKG Minta Warga Selatan dan Barat Tetap Waspada

Shafa Dina Hayuning Mentari • Sabtu, 28 Februari 2026 | 17:10 WIB

Awan kelabu tampak menyelimuti langit kawasan Tugu Pancasila, Jumat (27/2).
Awan kelabu tampak menyelimuti langit kawasan Tugu Pancasila, Jumat (27/2).

RADARTUBAN – Memasuki akhir Februari di mana puncak musim penghujan diprediksi telah terlewati dan curah hujan mulai melandai, masyarakat yang bermukim di wilayah Tuban bagian selatan dan barat diminta tetap waspada.

Hal itu seiring terjadinya hujan dengan intensitas menengah yang diprediksi masih berlanjut hingga Maret mendatang.

Berdasarkan data distribusi hujan dasarian kedua Februari, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tuban mencatat, curah hujan kategori menengah atau 51-150 milimeter (mm) per bulan masih mendominasi di sejumlah kecamatan.

Wilayah selatan tersebut, meliputi Parengan, Soko, Grabagan, Rengel, dan Plumpang. Sementara wilayah timur Widang dan wilayah barat Jatirogo serta Kenduruan.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Stasiun BMKG Tuban Muhammad Nur mengatakan, berdasarkan prakiraan dari klimatologi Jawa Timur, intensitas hujan memang diprediksi mulai menurun secara bertahap sejak dasarian ketiga Februari hingga dasarian ketiga Maret. Namun, terjadi perbedaan potensi cuaca antara wilayah utara dan selatan Tuban.

"Untuk wilayah Tuban bagian utara, peluang terjadinya hujan dengan intensitas rendah kurang dari 50mm per dasarian mencapai lebih dari 80 persen,” lanjutnya.

Dia menambahkan, kondisi berbeda terjadi di wilayah hulu Tuban. Di sejumlah kecamatan seperti Soko hingga Parengan, potensi hujan intensitas menengah per dasarian masih cukup tinggi, yakni di angka 50 hingga 80 persen.

Kondisi ini harus diantisipasi seiring masih terjadinya potensi genangan dan luapan air di wilayah selatan tersebut.

Terkait kondisi langit kabupaten di pesisir pantai utara yang belakangan diselimuti awan mendung sepanjang hari, Nur menjelaskan, saat ini atmosfer di Indonesia sedang dalam kondisi labil.

Dia menyebut salah satu pemicunya adalah fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang masuk pada fase ketiga.

"Fase ini mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Jawa,” jelas pria asal Magelang ini.

Selain itu, lanjut Nur, terdapat juga pola pertemuan angin di wilayah Jawa Timur yang mempercepat pertumbuhan awan. Hal inilah yang menyebabkan sinar matahari jarang menyengat langsung karena terhalang lapisan awan tebal.

"Saat ini suhu udara di Tuban masih normal berkisar antara 22 hingga 31 derajat Celcius dengan kecepatan angin di angka 20 hingga 28 kilometer per jam. Angka ini normal selama musim hujan berlangsung,” pungkas pria yang sebelumnya bertugas di Stasiun Meteorologi Aek Godang Sumatera Utara ini.(saf/ds)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #BMKG #Puncak musim penghujan #curah hujan