Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

BMKG Tuban Prediksi Cuaca Tak Menentu hingga Lebaran, Waspada Hujan dan Angin Kencang

Yudha Satria Aditama • Minggu, 15 Maret 2026 | 15:30 WIB

Kondisi langit di atas Masjid Agung Tuban tampak cerah dan bersih dari awan.
Kondisi langit di atas Masjid Agung Tuban tampak cerah dan bersih dari awan.

RADARTUBAN – Langit Tuban beberapa hari terakhir tampak cerah pada siang hari. Matahari bersinar cukup terik, seolah menandakan musim hujan mulai mereda.

Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menjadi penanda cuaca akan stabil dalam waktu dekat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban justru mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Institusi tersebut memprediksi cuaca yang tidak menentu masih akan berlangsung dan berpotensi terjadi hingga momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala BMKG Tuban Muhammad Nur menjelaskan, pola cuaca saat ini menunjukkan siklus energi atmosfer yang dinamis. Dalam kondisi tersebut, perubahan cuaca yang cepat dari hujan ke cerah merupakan hal yang lazim secara meteorologis.

“Cuaca idealnya memang begitu. Jika selama dua sampai tiga hari terjadi hujan, maka hari selanjutnya intensitas akan berkurang, bahkan bisa tidak hujan sama sekali,’’ terang Nur kepada Jawa Pos Radar Tuban, Rabu (11/3).

Menurut dia, hal ini karena proses terjadinya hujan memerlukan energi besar dari hasil penguapan. Sementara penguapan sangat bergantung pada sinar matahari.

Nur memerkirakan potensi hujan masih akan terjadi pada periode Lebaran nanti. Meski tidak merata di semua wilayah, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan tetap muncul pada waktu tertentu selama masa Idul Fitri.

Selain curah hujan, BMKG juga mengingatkan adanya fenomena astronomi yang berpotensi memengaruhi wilayah pesisir Tuban.

Pada 19 Maret mendatang diperkirakan terjadi fase bulan baru, yang kemudian diikuti fenomena perigee atau posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi pada 22 Maret 2026.

Kombinasi kedua fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut. Kondisi ini membuka kemungkinan terjadinya banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah pantai Tuban.

“Kombinasi fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut. Karena itu, banjir pesisir atau rob berpotensi terjadi di wilayah pesisir Tuban,” kata mantan kepala BMKG Aek Godang Sumatra Utara itu.

BMKG juga mencatat potensi angin kencang masih membayangi wilayah Tuban. Kecepatan angin diperkirakan berkisar antara 15 hingga 20 knot, dipicu oleh pembentukan awan konvektif yang cukup kuat di kawasan tersebut.

Menurut Nur, kondisi ini memungkinkan terjadinya hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari.

“Tuban masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari,” ujarnya.

Menjelang arus mudik Lebaran 2026, BMKG juga mengingatkan para pemudik agar meningkatkan kewaspadaan.

Perubahan cuaca yang tiba-tiba, seperti hujan lebat dan angin kencang, dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas maupun bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di jalur rawan.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala sebelum melakukan perjalanan.

“Kami mengimbau pemudik untuk ekstra waspada, terutama saat berkendara pada siang hingga sore hari di mana intensitas cuaca ekstrem sering memuncak,’’ ujar pria asal Magelang itu.

Tak kalah pentingnya, memastikan kondisi kendaraan prima dan selalu mencari tempat berlindung yang aman jika terjadi cuaca buruk di tengah perjalanan.(saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #BMKG #Angin Kencang #rob #hari raya #idul fitri