RADARTUBAN-Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah pagi ini menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Merujuk data Bloomberg, kurs rupiah terhadap dolar AS pada pukul 08.50 WIB berada di Rp 16.330 atau menguat 41,00 poin (0,25 persen).
Nilai tukar rupiah ini termasuk terkuat sejak November 2023 yang sempat terpuruk 15.858 per dolar AS.
Kondisi ini memicu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan, Jumat (5/7). IHSG tercatat naik 27,532 poin (0,38 persen) ke 7.248,422.
“Para pejabat tidak memperkirakan bahwa akan tepat untuk menurunkan suku bunga sampai informasi tambahan muncul untuk memberi keyakinan lebih besar bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju target 2 persen,” ujar para pejabat The fedbelum, Kamis (4/7) dikutip dari cnbcindonesia.com, Kamis (4/7).
“Sebagian besar sektor kompak di zona hijau, sementara yang turun hanya konsumer nonsiklikal 0,12 persen, infrasturktur 0,33 perse, transportasi 0,26 persen dan industry 0,05 persen,” dikutip dari sindonews.com, Jumat (5/7).
Sejumlah saham yang memimpin, T Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) naik 19,05 persen di Rp 125, PT Xolare RCR Renergy Tbk (SOLA) tumbuh 18,87 persen di Rp 63, dan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk tumbuh 11,83 persen di Rp 104.
Sebanyak 206,46 juta saham diperdagangkan dengan jumlah perpindahan sebanyak 14 ribu kali, serta total nilai transaksi Rp 157,09 miliar berdasarkan data RTI Business pada IHSG hari ini.
“Pada perdagangan kamis (4/7), IHSG ditutup naik 0,34 persen atau plus 24,13 point di level 7.220. IHSG hari ini (5/7) diprediksi bergerak mixed cenderung melemah terbatas dalam range 7.170-7.250,” kata Ratih dikutip dari infobanknews.com, Jumat (5/7).
Ratih memperhitungkan, IHSG dengan investor asing masuk di pasar ekuitas domestic sebesar Rp 784,05 miliar.
Berkat IHSG dibuka dapat menguatkan nilai rupiah asing.(*)