RADARTUBAN - Jejak investasi Lo Kheng Hong kembali menjadi sorotan pelaku pasar modal.
Sosok yang kerap dijuluki “Warren Buffett Indonesia” itu diketahui memiliki portofolio saham bernilai ratusan miliar rupiah yang tersebar di berbagai emiten Bursa Efek Indonesia.
Data yang dirilis EmitenNews menunjukkan sejumlah saham yang dimiliki Lo Kheng Hong dengan kepemilikan di atas 1 persen.
Informasi tersebut bersumber dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia per 27 Februari 2026.
Angkanya tidak kecil. Dari beberapa saham utama saja, nilai pasar kepemilikan investor kawakan tersebut telah mencapai ratusan miliar rupiah.
Baca Juga: BI Optimis, Pertumbuhan Ekonomi 2026 Capai 5,7 Persen Berkat Penopang Konsumsi dan Investasi
Saham Tambang dan Energi Dominasi Portofolio
Dalam daftar yang dipublikasikan, saham dengan nilai pasar terbesar milik Lo Kheng Hong adalah ABMM.
Kepemilikan sahamnya mencapai 154.835.300 lembar atau 5,62 persen, dengan estimasi nilai pasar sekitar Rp 472 miliar.
Tak jauh di belakang, terdapat saham SIMP dengan kepemilikan 779.207.000 lembar atau 5,03 persen, senilai sekitar Rp 464 miliar.
Selain itu, Lo Kheng Hong juga memiliki posisi signifikan di beberapa emiten lain, seperti:
GJTL – sekitar Rp 225 miliar
BMTR – sekitar Rp 140 miliar
LSIP – sekitar Rp 107 miliar
Dominasi sektor komoditas, energi, dan agribisnis dalam portofolionya menunjukkan pola investasi yang konsisten dengan filosofi value investing yang ia anut selama puluhan tahun.
Strategi Lama yang Terbukti Bertahan
Selain saham-saham besar, Lo Kheng Hong juga tercatat memiliki kepemilikan di beberapa emiten lain dengan nilai puluhan miliar rupiah, seperti:
DILD – sekitar Rp 90 miliar
RALS – sekitar Rp 78 miliar
PNIN – sekitar Rp 40 miliar
SRIL – sekitar Rp 31 miliar
Ada pula kepemilikan lebih kecil namun tetap signifikan di saham seperti CFIN, ADMG, MAIN, dan BEST.
Berdasarkan catatan yang dipublikasikan, nilai pasar dihitung menggunakan harga penutupan perdagangan 5 Maret 2026, dengan hanya mencantumkan saham yang kepemilikannya melebihi 1 persen.
Baca Juga: BEI Minta Investor Tetap Rasional di Tengah Memanasnya Situasi Geopolitik
Cerminan Filosofi Value Investing
Portofolio tersebut memperlihatkan karakter investasi Lo Kheng Hong yang sudah lama dikenal di pasar modal Indonesia: membeli saham perusahaan yang dinilai undervalued dan menahannya dalam jangka panjang.
Alih-alih berburu saham populer, LKH justru kerap masuk ke emiten yang sedang kurang diminati pasar, namun memiliki fundamental yang dianggap kuat.
Strategi itu memang membutuhkan kesabaran. Namun sejarah menunjukkan pendekatan tersebut berkali-kali memberikan hasil besar bagi sang investor.
Pelajaran Bagi Investor Ritel
Terbukanya daftar saham ini kembali menjadi bahan pembelajaran bagi investor ritel.
Portofolio Lo Kheng Hong memperlihatkan bahwa keberhasilan di pasar modal tidak selalu datang dari transaksi cepat atau spekulasi jangka pendek.
Sebaliknya, kombinasi riset mendalam, disiplin membeli saham bernilai murah, serta kesabaran menunggu momentum sering kali menjadi kunci utama dalam membangun kekayaan di pasar saham. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni