RADARTUBAN-Setelah tayangnya Clash of Champions (CoC) episode 4 pada Sabtu, 6 Juli 2024, warganet langsung dibuat terkejut dengan penampilan Sandy dan Axel di acara game show.
Bagaimana tidak? Sandy dan Axel, mahasiswa National University of Singapore (NUS) itu berhasil membabat habis soal cryptarithm dengan mulus.
Ditanya alasan memilih game cryptarithm, Sandy mengaku sudah familiar dengan cryptarithm sejak sekolah dasar (SD) sehingga bukan masalah yang besar bagi kelompok mereka. “Itu aku emang udah familiar banget, sih, dari SD,” ungkap Axel dalam potongan tayangan CoC.
Bahkan Sandy, mahasiswa jenius dengan IPK 5.00/5.0 itu dapat menyelesaikan soal secepat kilat.
“Jujur aku udah kena mental duluan karena pas aku baru nulis soal disitu aku shock ternyata Sandy udah selesai duluan bahkan saat aku masih belum berpikir itu angkanya akan seperti apa,” ungkap Ficky, mahasiswa berprestasi Institut Pertanian Bogor (IPB) 2023 yang merupakan lawan Sandy.
Kesempurnaan tim Sandy dalam membabat habis soal dan pengakuannya tentang keakrabannya pada cryptarithm sejak SD itu kemudian membuat warganet bertanya-tanya.
Pasalnya banyak warganet yang asing dengan cryptarithm tersebut hingga warganet bertanya terkait kurikulum sekolah dasar Axel dan Sandy.
Seperti yang tertulis pada cuitan akun menfess @tanyarlfes. “Dia sekolah dimana ya kok katanya udah familiar sama Cryptarithm dari SD, kurikulum kita kayaknya gak ada yang gini ginian?” tulisnya pada 7 Juli 2024.
Cuitan tersebut dibanjiri banyak komentar dari netizen.
“Ga mungkin dia sekolah di SD desa yang kalau ujan atap pada bocor, lantai banjir, guru ga pernah ganti kecuali guru agama dan olahraga,” balas @helmi_stbd.
Banyak netizen mengira bahwa Axel belajar di sekolah dengan kurikulum internasional.
Penulis berhasil menelusuri Axel yang belakangan diketahui bersekolah di SD Pangudi Luhur ST Timotius.
Itu setelah menilik lamannya yang memberitakan prestasi Axel ketika menjuarai Olympiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional.
@anjoyii dalam cuitannya mengungkapkan. “axel sd – smp di sekolah katolik di solo nder, kurikulumnya juga biasa aja kaya sekolah swasta katolik pada umumnya,” begitu tulisnya yang mengaku bahwa ia adalah kakak kelas Axel.
Di tengah rasa penasaran warganet mengenai kurikulum yang digunakan Axel dan Sandy. Seorang pengguna X yang berprofesi sebagai guru dengan nama pengguna @urcumulonimbus_ juga ikut menanggapi.
“Kalo SD nya SD Negeri mungkin memang ga familiar ya maksudnya ga masuk di kurikulum kita, tapi tipe soal seperti ini biasanya ditemuinnya di soal2 olimpiade (SD/SMP kurang tau kalo SMA). Sebagai guru SMP jujur aku juga baru tau kalo soal seperti itu namanya Cryptarithm,” jelasnya dalam retweet.
@chikazal juga menanggapi. “Bukan kurikulum der, soal cryptarithm ini banyak keluar di lomba/olimpiade matematika tingkat SD,” ujarnya.
Selain itu, Ainun Najib, Cofounded @KawalCOVID19; @KawalPemilu2019; @kawalmasadepan juga ikut menanggapi.
“Cryptarithm memang level SD di berbagai olimpiade/lomba matematika,” sambil memperlihatkan contoh soal SASMO (Singapore & Asian School Mat Olympiade) 2019 untuk kelas 2 SD. Dia juga menjelaskan bahwa SASMO merupakan olimpiade matematika termudah kedua setelah Math Kangaroo.(*)
Editor : Kifani Amalija Putri