Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kisah Juicy Luicy, Band yang Hampir Bubar tapi Justru Jadi Legenda Pop Indonesia

Imanda Najwa Kirana Dewi • Sabtu, 27 September 2025 | 14:30 WIB
Perjalanan Juicy Luicy dari lagu patah hati ke hits nasional.
Perjalanan Juicy Luicy dari lagu patah hati ke hits nasional.

RADARTUBAN - Band juicy luicy, yang digawangi oleh Julian Kaisar (Vokal), Denis Ligia (Gitar Elektrik), Zamzam Y.M (Saxsophone, Gitar Akustik), Eggy Ramndha (Drum), dan Bina Bagja (Bass).

Merupakan sebuah grup dari bandung , yang dibentuk pada tahun 2010.

Genre musik ini adalah pop dan R&B. baru-baru ini menjadi sorotan setelah berbagi kisah perjalanan karir mereka yang unik dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Raditya Dika.

Video berjudul "Band Sukses yang Sering Nyerah" yang diunggah pada 19 agustus 2025. Menjadi sumber pengungkapan mengejutkan ini.

Secara mengejutkan, band asal Bandung ini mengungkapkan bahwa rahasia di balik lagu-lagu hits mereka adalah momen-momen keputusasaan dan "menyerah" dari upaya keras yang dipaksakan.

Meskipun lagu "Sialan" yang berkolaborasi dengan Mahalini berhasil membawa popularitas besar, Denis menegaskan bahwa titik balik perubahan nasib mereka sudah terjadi jauh sebelumnya.

"Buat kita, titik yang [membuat kami sadar] 'wah jadi nih anak band' adalah lagu 'Tanpa Tergesa' pada 2019," ungkap Denis.

Lagu "Tanpa Tergesa" dari Juicy Luicy menceritakan tentang seseorang yang belum bisa melupakan masa lalu, sehingga belum siap untuk jatuh cinta lagi, meskipun ada kemungkinan untuk memulai kisah baru.

Lagu ini menyampaikan pesan untuk tidak terburu-buru dalam menjalin hubungan baru dan pentingnya berdamai dengan luka cinta di masa lalu sebelum bisa membuka hati.

Momen itu adalah kali pertama penonton malah bergerak maju mendekat panggung, berbanding terbalik dengan pengalaman mereka di awal karir yang hanya manggung di acara-acara mall atau stasiun radio.

Sebelum mencapai sukses, Juicy Luicy pernah berada di ambang pembubaran karena dua single awal mereka tidak laku.

Para personel pun mulai menekuni pekerjaan lain, termasuk jualan rice ball. Pengalaman berbisnis makanan inilah yang menjadi pelajaran krusial dalam bermusik.

"Kami fokus bikin satu yang paling enak, biar orang ngomongin," jelas Denis.

Filosofi ini lantas diterapkan ke musik. Alih-alih mengikuti tren musik EDM yang saat itu sedang populer, mereka memilih untuk bermusik jujur dan berhenti mengejar validasi orang lain atau label, Kami cuma bikin satu lagu yang benar-benar enak untuk kita aja," tambahnya.

Prinsip inilah yang melahirkan Tanpa Tergesa, sebuah lagu akustik yang direkam saat personel lain sudah resign.

Kesuksesan Juicy Luicy pencapaian luar biasa di dunia musik, termasuk penghargaan bergengsi seperti Band of the Year di Indonesian Music Awards 2023.

Berikutnya, kemenangan Duo/Grup Pop Terbaik di AMI Awards 2023 berkat lagu "Sayangnya", dan dua album mereka ("Nonfiksi" dan "Sentimental") yang masing-masing mencapai lebih dari satu miliar streaming di Spotify.

Kesuksesan mereka didasarkan pada konsistensi, lirik yang menyentuh dan relatable, serta kemampuan untuk menjaga eksistensi di tengah perubahan selera pasar.

Mereka mencetak rekor sebagai band pertama di Indonesia yang mencapai 100 juta streaming di Spotify melalui lagu "Lantas" pada tahun 2022, dan dua album mereka, "Nonfiksi" dan "Sentimental", masing-masing berhasil melampaui 1 miliar streaming.

Pola "menyerah" kembali terulang saat lagu "Lantas" lahir.

Setelah sempat merasa hopeless menjadi one-hit-wonder, mereka memutuskan untuk menjual lagu tersebut.

"Lagu 'Lantas' itu dijual ke dua orang, tapi enggak mau," kenang Denis.

Karena ditolak, mereka membawakan lagu itu sendiri.

Tak disangka, lagu ini meledak untuk kedua kalinya saat pandemi berkat platform TikTok. Selain itu,juicy luicy juga mengungkap proses kreatif di balik lagu-lagu mereka:

"Lampu Kuning": Lirik metaforis lagu ini muncul dari momen sederhana, yakni saat wifi di apartemen mati dan terinspirasi dari kebiasaan orang Indonesia yang ngegas saat lampu kuning di persimpangan.

"Sialan": Lagu hit ini dibuat karena Denis bosan dengan aransemen musik mereka di panggung.

Dia terinspirasi total setelah mendengarkan Silk Sonic seharian. Liriknya sendiri terinspirasi dari momen personal bertemu calon istri di gerbong MRT yang sama.

Mereka kini lebih memilih membuat lagu melalui grup chat WhatsApp dengan produser, membiarkan ide mengalir secara spontan tanpa target waktu juicy luicy juga berbagi pengalaman absurd selama di panggung.

Julian kaisar atau kerap dipanggil UAN sang Vokalis mengungkapkan bahwa mereka pernah menjalani jadwal tur yang sangat padat, yaitu 37 panggung dalam sebulan.

"Sampai di titik udah yang paling atas [di koper] deh [bajunya], pakai," ujar UAN menggambarkan betapa lelahnya mereka menghadapi jadwal gila tersebut.

Jadwal ini kini dibatasi maksimal 20 panggung per bulan setelah sempat jatuh sakit.

Momen paling absurd lainnya adalah insiden UAN sang vokalis yang sering jatuh dari panggung. Ia mengaku sudah jatuh sebanyak empat kali, biasanya karena mengira area panggung yang ditutupi gorden atau spanduk adalah lantai pijakan.

Meskipun diwarnai keputusasaan dan insiden tak terduga, Juisi Luisi membuktikan bahwa kejujuran dalam berkarya dan sistem pendukung yang kuat (manajemen dan tim promo) menjadi kunci sukses band di era musik modern.

Dari Kisah sukses juicy luicy merupakan paradoks yang menunjukkan bahwa keberhasilan sejati dalam industri kreatif tidak selalu datang dari kerja keras yang dipaksakan atau mengikuti tren pasar.

Titik balik karir juicy luicy berakar dari filosofi kejujuran dan fokus pada kualitas internal yang mereka pelajari saat hampir menyerah dan beralih profesi menjadi penjual rice ball.

Mereka beralih dari menciptakan musik untuk validasi pasar (seperti mengikuti tren EDM) menjadi fokus pada membuat karya yang autentik dan enak bagi diri sendiri.

Momen "menyerah" justru menjadi katalisator bagi lagu-lagu hits mereka, seperti "Tanpa Tergesa" dan "Lantas" (yang sempat ditolak).

Proses kreatif mereka yang unik, spontan, dan sederhana (seperti membuat lirik dari momen sehari-hari atau berkreasi melalui grup WhatsApp) menunjukkan bahwa inspirasi terbaik datang saat tekanan eksternal dihilangkan.

Meskipun mencapai popularitas besar, termasuk kolaborasi dengan Mahalini, band ini juga menghadapi konsekuensi dari kesuksesan, seperti jadwal tur yang ekstrem hingga mengalami masalah kesehatan.

Secara keseluruhan, juicy luicy membuktikan bahwa otentisitas, kejujuran bermusik, dan sistem dukungan tim yang kuat adalah kunci untuk mempertahankan relevansi dan meraih sukses jangka panjang di tengah industri musik yang terus berubah. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#sukses #juicy luicy #streaming #rice ball