RADARTUBAN – Musisi Tantri Syalindri Ichlasari atau yang dikenal sebagai Tantri Kotak mengungkapkan kesedihannya atas meninggalnya penyanyi Vidi Aldiano.
Saat melayat ke rumah duka di kawasan Jalan Kecapi, Jakarta Selatan, Sabtu (7/3) malam, Tantri menyebut almarhum sebagai sosok yang baik semasa hidupnya.
“Minta tolong dibukakan pintu maaf untuk Vidi, karena saya yakin Vidi orang baik, banyak yang mendoakan,” ujar vokalis band Kotak tersebut.
Tantri datang bersama personel Kotak lainnya, Swasti Sabdastantri atau yang akrab disapa Chua, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada penyanyi yang telah lama dikenal di industri musik Indonesia itu.
Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan duka mendalam bagi industri musik Tanah Air. Penyanyi dan penulis lagu tersebut mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (7/3), setelah berkarier panjang dan memberikan banyak karya bagi penikmat musik Indonesia.
Vidi Aldiano lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990. Namanya mulai dikenal luas setelah merilis album debut bertajuk Pelangi di Malam Hari pada 2008. Album tersebut memperkenalkan karakter vokalnya melalui sejumlah lagu pop yang kemudian membuka jalan bagi perjalanan kariernya di industri musik.
Sepanjang kariernya, Vidi merilis beberapa album yang mendapat perhatian luas dari penikmat musik, di antaranya Yang Kedua (2011), Persona (2016), serta Senandika (2018).
Dari karya-karya tersebut lahir sejumlah lagu populer seperti “Status Palsu” (2009), “Datang dan Kembali” (2011), hingga lagu berbahasa Inggris “w u at” yang dirilis pada 2023.
Kontribusi Vidi Aldiano di industri musik juga diakui melalui berbagai penghargaan. Ia pernah meraih penghargaan Anugerah Musik Indonesia pada 2009 dalam kategori Artis Solo Pria Pop Terbaik. Selain itu, Vidi juga memperoleh penghargaan Indonesian Choice Awards pada 2015 untuk kategori Male Singer of the Year.
Kepergian Vidi Aldiano menjadi kehilangan besar bagi dunia hiburan Indonesia. Namun karya-karya yang ditinggalkannya akan terus dikenang oleh para penggemar dan pelaku industri musik di Tanah Air. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama