RADARTUBAN - Puluhan calon pengantin di Garut diduga jadi korban penipuan wedding organizer (WO) dengan kerugian mencapai Rp 500 juta lebih.
Kasus ini viral di media sosial setelah pernikahan mereka gagal total. Polres Garut kini menangani laporan resmi dari korban.
Masagi Wedding Organizer, yang dikelola secara tak terduga berinisial AM, 27, menerima pembayaran dari puluhan calon pengantin untuk pesta pernikahan akhir Desember 2025.
Namun, pelaku menghilang setelah dana terkumpul, meninggalkan pernikahan gagal dan vendor tak dibayar.
Korban membentuk grup "Korban Masagi" untuk pendataan, mengungkap total kerugian Rp 549,4 juta dari 40 orang, termasuk Rp 421,7 juta dari calon pengantin dan Rp 127,6 juta dari vendor.
Kasatreskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin mengonfirmasi tiga laporan resmi diterima hingga 12 Januari 2026, sementara korban lain masih melengkapi bukti.
Akun Instagram @masagi.organizer ditutup, dan akun pribadi pelaku tidak terkunci.
Penyelidikan berlanjut untuk melacak keberadaan AM, yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya.
Salah satu korban inisial K (25) kehilangan harapan pesta pernikahannya setelah bayar lunas.
Kasus ini menambah daftar penipuan WO di Indonesia, memaksa calon pengantin waspada terhadap tanda-tanda seperti permintaan bayar cepat.
Korban mendesak polisi segera melakukan tindakan agar dana bisa dikembalikan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni