RADARTUBAN – Sekarang ini, nama Thariq Halilintar menarik perhatian publik di berbagai media sosial.
Itu setelah ibunya, Geni Faruk yang mengungkapkan bahwa Thariq Halilintar telah melakukan ibadah haji dan menyandang gelar tersebut sejak usia 2 bulan.
Berbagai akun di media sosial menggunakan pernyataan ibunda Thariq Halilintar itu sebagai bahan bual-bualan.
Tidak sedikit dari mereka yang membuatnya menjadi lelucon dan candaan yang diedit dengan berbagai versi.
Salah satu unggahan yang tidak kalah mengundang keramaian netizen adalah Mazzini, @mazzini_gsp dalam cuitannya di akun X/Twitter.
Dia menjelaskan bahwa gelar haji di Indonesia merupakan warisan kolonial Belanda.
“Mas Haji Thoriq tolong bilang ke Umi Mas Haji Thoriq, gelar haji bagi masyarakat Indonesia itu warisan Kolonial Belanda, sebuah bentuk pengintaian kolonial untuk orang Islam yg pulang haji biar tercatat di pemerintah, jika di satu kampung ada masyarakat teriak minta merdeka, haji yang ada di kampung itu paling pertama diinterogasi karena mereka diyakini membawa pemikiran luar sepulang haji. Jadi Umi Halilinta gak usah terlalu memaksakan harus gelar “Haji” warisan kolonial itu agar masyarakat memanggil Mas Thoriq. Sekian,” tulisnya panjang lebar.
Lebih dari itu, semakin ke sini candaan mengenai haji Thariq semakin keluar dari konteks.
Banyak sekali postingan yang tidak ada kaitannya dengan Thariq justru dibalas dengan candaan Thariq sudah haji di usia 2 bulan.
Di salah satu unggahan akun resmi Instagram @thariqhalilintar yang menampilkan dekotasi lamarannya, netizen masih terus mebahas tentang candaan yang sama.
“Ini mah masih mending. Thoriq 56 hari, umi belum selesai nifas, Thoriq sudah umi gendong pergi ke Haramain, ke Mekkah, Madinah. Waktu itu BUKAN UMROH! HAJI BO, HAJI. KEBAYANG BO, Jadi dia ini adalah Haji Thoriq ya, HAJI Thoriq!” gurau @bang__fan.(*)