RADARTUBAN - Deforestasi yang dilakukan secara masif di Hutan Kalimantan dapat menyebabkan hilangnya habitat bagi spesies flora maupun fauna yang bertempat tinggal di sana.
Hal ini kemudian dapat menyebabkan kelangkaan, atau bahkan kepunahan di masa mendatang apabila tidak dilakukan pelestarian dengan baik.
Salah satu yang terancam langka adalah spesies tumbuhan endemik, contohnya saja tumbuhan penghasil buah. Berikut ini macam-macam buah-buahan endemik yang terancam mengalami kelangkaan.
1. Buah Lahung
Buah ini berjenis durian merah, buah eksotis yang berasal dari Kalimantan. Buah ini mirip seperti durian pada umumnya, tetapi memiliki duri yang lebih kecil, rapat, dan tajam dibandingkan dengan durian biasanya.
Buah lahung dianggap lebih manis dari pada durian biasanya, serta mengandung antioksidan yang kuat, seperti vitamin C dan E.
2. Buah Kasturi
Penampilan buah kasturi ini mirip dengan mangga, tetapi ukurannya lebih kecil dari mangga. Bentuknya bulat dan kulitnya berwarna hijau terang disertai bintik-bintik gelap. Buah ini memiliki kandungan vitamin C dan serat yang sangat bermanfaat bagi tubuh.
Namun, akibat penebangan hutan liar dan alih fungsi lahan, keberadaan buah ini sudah semakin langka. Untuk melestarikannya, diperlukan penanaman dan budidaya yang berkelanjutan.
3. Buah Kerantungan
Buah ini sering disebut sebagai durian daun karena tampilannya yang mirip durian pada umumnya. Bentuknya bulat dan durinya lebih panjang dibandingkan durian biasanya. Buah ini juga termasuk spesies yang terancam punah. Oleh karena itu, harus dijaga dan dilestarikan dengan baik.
4. Buah Idur
Buah yang menjadi pakan utama bagi satwa liar, salah satunya orangutan ini memiliki kulit berwarna merah, coklat atau hitam, dengan rasa asam manis. Namun, keberadaan buah ini terancam punah akibat adanya alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit. Selain itu, satwa liar yang bergantung pada buah ini juga ikut terancam.
5. Belimbing Darah
Warna khas dari buah ini adalah merah menyala dengan bentuk menyerupai belimbing. Kulitnya tebal, dan dagingnya berwarna putih dengan rasa asam segar.
Buah ini mengandung banyak nutrisi, seperti protein, karbohidrat, serat, mineral, dan vitamin C, serta memiliki sifat anti-inflamasi yang berguna bagi kesehatan.
6. Buah Mentawa
Buah ini sering dikenal dengan nama mentawak, puan, pupuan, mentaba, mendaba, bintawak, bakil, keledang babi, dan tarap ikal. Bentuk buah ini mirip dengan nangka, dan bagian dalamnya berwarna oranye cerah dengan tekstur lembut.
Buah mentawa ini kaya dengan vitamin C, vitamin A, serat, serta lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Akan tetapi, buah ini sudah jarang ditemukan dan terancam punah apabila tidak dilestarikan dengan baik.
Menjaga dan melestarikan kekayaan alam yang ada menjadi hal penting bagi kelangsungan bangsa, karena kekayaan alam merupakan salah satu identitas bangsa, serta menjadi ciri khas dari masing-masing daerah.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk aktif berperan dalam pelestarian buah-buahan ini, entah itu melalui edukasi, penanaman kembali, maupun mengurangi aktivitas yang dapat merusak habitat aslinya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama