Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dituduh Tunduk pada Sensor Rusia, Valve Dikritik Usai Hapus Flick Solitaire dari Steam

Andika Julia Perdana Putra
Valve dapatkan kritik karena penuhi permintaan dari otoritas Rusia.
Valve dapatkan kritik karena penuhi permintaan dari otoritas Rusia.

RADARTUBAN - Platform distribusi game PC yang paling populer, Steam, kembali menjadi buah bibir mengenai kebebasan berekspresi.


Advertisement

Kasus terbaru ini melibatkan Flick Solitaire, game kartu yang hadir di berbagai platform seperti Android, iOS dan baru-baru masuk ke Steam.

Hanya saja tak berselang lama, platform tersebut diketahui menghapus Flick Solitaire di Rusia setelah mendapatkan permintaan dari badan sensor Roskomnadzor karena adanya dek kartu yang bertemakan LGBTQ+.

Ironisnya, game ini telah beredar di Rusia sejak 2020 untuk mobile tanpa adanya hambatan berarti.

Advertisement

Tetapi setelah rilis di platform Steam Oktober lalu, Roskomnadzor langsung meminta Valve, Apple dan Google untuk menghapus Flick Solitaire karena mempromosikan seksualitas non-tradisional.

Permintaan Roskomnadzor ini ditolak oleh Google dan Apple.

Sedangkan Valve memilih untuk mematuhi tuntutan tersebut sekaligus menyalahkan pengembang Flick Games karena tidak mematuhi regulasi lokal yang berlaku.

Advertisement

Ian Masters, pendiri Flick Games mengatakan game buatannya telah tersedia di lebih dari 40 negara yang menerapkan larangan LGBTQ+ tanpa pernah disensor.

Laporan lain menunjukkan Valve sering kali lebih memilih mematuhi permintaan sensor dari Rusia dengan klaim lebih dari 260 game telah dihapus.

Banyak pihak, mengritik langkah Valve yang dianggap gagal melindungi kebebasan berekspresi.

Meskipun di sisi lain langkah ini menjadi upaya perusahaan untuk tetap mematuhi aturan yang ada. (*)

Advertisement
Editor : Yudha Satria Aditama
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Game Cyberpunk 2077 Siap Diadaptasi Jadi Film Live-Action Layar Lebar

Game Cyberpunk 2077 Siap Diadaptasi Jadi Film Live-Action Layar Lebar

CD Projekt Red resmi bermitra dengan Paramount Pictures dan produser Transformers untuk mengadaptasi game populer Cyberpunk 2077 menjadi film live-action.

Sempat Rajai Pasar Aplikasi Indonesia, Mengapa HAGO Kini Meredup dan Kalah Bersaing?

Sempat Rajai Pasar Aplikasi Indonesia, Mengapa HAGO Kini Meredup dan Kalah Bersaing?

HAGO sempat populer di Indonesia sejak 2018. Ini sejumlah faktor yang disebut membuat aplikasi game tersebut kini meredup.

Arsip Steam 12 TB Beredar, Bongkar Prototipe dan Game yang Tak Pernah Dirilis

Arsip Steam 12 TB Beredar, Bongkar Prototipe dan Game yang Tak Pernah Dirilis

Kebocoran sekitar 12 TB data Steam mengungkap versi awal game, prototipe, aset terhapus, hingga proyek yang dibatalkan dari periode 2003–2013.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer