Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Protes Besar di Iran, Trump Ancam Teheran dan Nyatakan Dukungan Terbuka

M Robit Bilhaq
Penulis: M Robit Bilhaq❯
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

RADARTUBAN - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump turut memberikan tanggapan terkait adanya aksi unjuk rasa besar-besaran yang menentang pemerintah di Iran.


Advertisement

Melalui pernyataan yang diunggah di platform media sosial pada hari Sabtu, Trump yang dalam beberapa waktu terakhir sering mengutarakan ancaman untuk melakukan intervensi, secara terbuka menyatakan dukungan bagi pergerakan di negara tersebut.

Menurut laporan yang dihimpun pada hari Minggu, 11 Januari 2026, Trump menilai bahwa saat ini masyarakat Iran sedang memperjuangkan kebebasan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan pihak Amerika Serikat menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan.

Meski demikian, rincian mengenai bentuk bantuan atau dukungan yang akan diberikan oleh AS masih belum terungkap secara jelas.

Advertisement

Pernyataan Trump tersebut dipublikasikan hanya berselang satu hari setelah dirinya mengeluarkan peringatan keras dari Gedung Putih bahwa Amerika Serikat akan melakukan tindakan keras terhadap Teheran apabila otoritas di sana mulai mengambil tindakan yang menyebabkan hilangnya nyawa para pengunjuk rasa.

Dukungan serupa juga datang dari Senator Lindsey Graham, yang dikenal sebagai salah satu tokoh yang vokal mengkritik rezim di Iran.

Melalui platform X, Graham menyampaikan pesan kepada penduduk Iran bahwa masa-masa penindasan yang mereka alami akan segera mencapai titik akhir.

Advertisement

Graham menekankan bahwa keberanian dan keteguhan masyarakat dalam melawan kepemimpinan saat ini telah mendapatkan perhatian dari Presiden Trump serta komunitas internasional yang menjunjung tinggi nilai kebebasan.

Graham menafsirkan slogan tentang pemulihan kejayaan Iran sebagai bentuk dukungan agar para demonstran berhasil menggulingkan kekuasaan Ayatollah.

Terkait kondisi di lapangan, muncul berbagai laporan mengenai pecahnya kekerasan di beragam wilayah di Iran.

Namun, upaya media untuk melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kerusuhan tersebut terkendala karena putunya akses internet yang dilakukan oleh pihak berwenang.

Informasi terkini mengenai situasi di Iran baru mulai terkuak pada Sabtu malam melalui sejumlah rekaman video yang beredar di dunia maya.

Video-video tersebut diduga menampilkan aksi protes yang berlangsung di beberapa lokasi di ibu kota Teheran serta kota-kota besar lainnya, termasuk Kerman dan Shiraz di wilayah selatan, Tabriz di bagian barat laut, dan Rasht di utara.

Walaupun video-video tersebut keasliannya belum dapat divalidasi secara instan oleh lembaga berita internasional.

Beberapa rekaman yang diunggah oleh media TRT World menunjukkan adanya insiden pembakaran bangunan masjid di tengah gejolak demonstrasi tersebut. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

AS Kenakan Tarif 10 Persen untuk Indonesia, Pemerintah Tempuh Jalur Diplomasi ke USTR

AS Kenakan Tarif 10 Persen untuk Indonesia, Pemerintah Tempuh Jalur Diplomasi ke USTR

Pemerintah Indonesia terus melobi USTR setelah AS mengenakan tarif tambahan 10 persen terhadap produk Indonesia terkait hasil investigasi Section 301 mengenai isu kerja paksa.

Instagram Kini Hadir di TV Samsung, Reels Bisa Dinikmati di Layar Lebih Besar

Instagram Kini Hadir di TV Samsung, Reels Bisa Dinikmati di Layar Lebih Besar

Instagram resmi hadir di Smart TV Samsung di AS. Pengguna kini bisa menonton Reels, Stories, dan konten favorit di layar lebih besar.

Harga Minyak Mentah Turun 3 Persen Usai AS Sebut Lalu Lintas Selat Hormuz Meningkat Signifikan 

Harga Minyak Mentah Turun 3 Persen Usai AS Sebut Lalu Lintas Selat Hormuz Meningkat Signifikan 

Harga minyak dunia turun 3 persen setelah AS menyebut aktivitas Selat Hormuz meningkat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer