Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SBY Kirim Pesan Terbuka ke Trump dan Khamenei, Ingatkan Bahaya Perang

S
Penulis: Siti Rohmah❯

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Advertisement

RADARTUBAN - Mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pesan terbuka kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, serta para pemimpin dunia lainnya.

Pesan itu disampaikan saat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai berada di ambang konflik bersenjata.

SBY menegaskan pesan tersebut ditujukan kepada para pemimpin politik global yang memiliki kewenangan strategis untuk mengambil keputusan perang.

Advertisement

Dia mengingatkan bahwa keputusan tersebut tidak hanya berdampak pada negara, tetapi juga pada prajurit yang berada di garis depan.

Menurut SBY, para perwira dan prajurit memiliki akal sehat, keyakinan, serta harapan. Mereka siap mengorbankan nyawa bila diperlukan, namun motivasi dan keyakinan tentang tujuan perang menjadi faktor penentu.

“Ada kalimat penting yang harus diingat para pemimpin politik—presiden atau perdana menteri—‘Soldiers will not fight and die, unless they know what they fight and die for’,” tulis SBY melalui akun X @SBYudhoyono, Sabtu, 28 Februari 2026.

Advertisement

SBY juga menyoroti proses perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat yang tengah berlangsung di Jenewa. Ia menilai negosiasi tersebut sangat kompleks karena melibatkan kepentingan strategis yang bertolak belakang, terlebih ketika kedua negara berada dalam situasi konfrontatif.

Dia menekankan bahwa para juru runding harus mampu membaca mandat politik dan psikologis dari para pemimpin yang mereka wakili. Negosiasi, menurutnya, menuntut kecerdasan, keluwesan, serta kesediaan untuk berkompromi.

Dalam konteks ini, mantan Presiden Republik Indonesia itu menilai Trump dan Khamenei memiliki karakter dan kepentingan personal yang kuat. Trump, katanya, menghadapi risiko reputasi dan warisan politik jika perundingan gagal.

Sementara itu, Khamenei dinilai memandang eskalasi konflik sebagai ancaman terhadap kelangsungan kekuasaannya, termasuk potensi pergantian rezim di Iran.

SBY turut menanggapi spekulasi sejumlah pihak yang memprediksi bahwa kegagalan perundingan akan berujung pada perang besar. Namun, ia meyakini kedua pemimpin tidak akan gegabah dalam mengeluarkan perintah militer karena risiko dan biaya politik yang sangat besar.

“Negara hanya akan siap berperang jika kalkulasi rasionalnya menunjukkan bahwa perang tersebut dapat dimenangkan,” ujar SBY.

Ia juga mengingatkan Amerika Serikat untuk mempertimbangkan skenario keluar dari konflik jika perang benar-benar terjadi. SBY merujuk pada pengalaman pahit AS dalam konflik Vietnam, Irak, dan Afghanistan.

“Ingat, Iran adalah Iran. Iran bukan Irak dan bukan Afghanistan,” tegasnya.

Diketahui, Amerika Serikat dan Iran telah menggelar tahap ketiga perundingan nuklir di Jenewa pada Kamis, 26 Februari 2026.

Berdasarkan laporan Wall Street Journal, delegasi AS menuntut Iran membongkar fasilitas nuklir utamanya dan menyerahkan seluruh stok uranium yang telah diperkaya tanpa batas waktu perjanjian.

AS juga disebut mendesak penutupan fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan, serta penyerahan sekitar 10.000 kilogram uranium yang telah diperkaya.

Perundingan ini dipandang sebagai peluang diplomasi terakhir, menyusul pengerahan armada militer AS ke kawasan Timur Tengah guna menekan Teheran.

Presiden Trump diketahui berupaya membatasi program nuklir Iran dan memanfaatkan situasi tekanan domestik di negara tersebut.

Meski demikian, Iran tetap melanjutkan pengayaan uranium, meskipun beberapa fasilitasnya sempat mengalami kerusakan akibat serangan sebelumnya.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harga Minyak Dunia Melonjak 5 Persen Usai Trump Ancam Bombardir Iran, Pasar Langsung Bergejolak

Harga Minyak Dunia Melonjak 5 Persen Usai Trump Ancam Bombardir Iran, Pasar Langsung Bergejolak

arga minyak Brent dan WTI melonjak usai Donald Trump mengancam Iran. Ketegangan Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran pasokan energi global.

Presiden AS Trump Umumkan Perang Iran Berakhir, Batalkan Serangan Besar

Presiden AS Trump Umumkan Perang Iran Berakhir, Batalkan Serangan Besar

Donald Trump mengumumkan konflik AS-Iran berakhir dan membatalkan serangan besar. Namun Iran membantah kesepakatan telah tercapai.

Donald Trump Ungkap Kesepakatan AS-Iran Tinggal Hitungan Hari

Donald Trump Ungkap Kesepakatan AS-Iran Tinggal Hitungan Hari

Donald Trump mengklaim kesepakatan AS-Iran akan selesai dalam dua hingga tiga hari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer