Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AS Cabut Pembatasan, Sekitar 100 Juta Barel Minyak Rusia dalam Transit Terdampak

S
Penulis: Siti Rohmah❯

Ilustrasi Kapal tanker Vladimir Arsenyev bersandar di terminal minyak mentah Kozmino
Ilustrasi Kapal tanker Vladimir Arsenyev bersandar di terminal minyak mentah Kozmino


Advertisement

RADARTUBAN - Pencabutan sejumlah pembatasan oleh Amerika Serikat diperkirakan akan berdampak pada sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang saat ini sedang dalam proses pengiriman. Hal tersebut disampaikan oleh pejabat Rusia pada Jumat.

Utusan Khusus Rusia Ungkap Dampak Kebijakan Washington

Pernyataan itu diungkapkan oleh Kirill Dmitriev, Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) sekaligus utusan khusus Presiden Rusia untuk kerja sama ekonomi dengan negara-negara asing.

Advertisement

AS Izinkan Penjualan Minyak yang Sudah Dimuat ke Kapal

Sebelumnya, pada hari yang sama, pemerintah Amerika Serikat memberikan izin atas penjualan minyak mentah Rusia serta produk minyak bumi yang telah dimuat ke kapal hingga Kamis (12/3).

Advertisement

Pengumuman Disampaikan Lewat Telegram

Dalam unggahannya di Telegram, Dmitriev menyebut Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengumumkan bahwa Washington tidak hanya melonggarkan pembatasan terkait pembelian minyak Rusia oleh India, tetapi juga mencabut pembatasan terhadap sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang saat ini sedang dalam perjalanan.

Krisis Energi Global Jadi Faktor Pertimbangan

Dmitriev menilai bahwa di tengah meningkatnya tekanan dalam krisis energi global, pelonggaran tambahan terhadap pembatasan produk energi Rusia kemungkinan semakin sulit dihindari.

Potensi Penolakan dari Uni Eropa

Meski demikian, menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menghadapi penolakan dari sejumlah kalangan birokrasi di Uni Eropa, yang ia sebut sebagai “birokrasi Brussel”.

Ia juga menambahkan bahwa langkah pencabutan pembatasan ini menunjukkan pengakuan Amerika Serikat bahwa stabilitas pasar energi global akan sulit terjaga tanpa adanya pasokan energi dari Rusia.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Iming-Iming Gaji Rp 50 Juta, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia

Iming-Iming Gaji Rp 50 Juta, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia

Sebanyak 58 WNI diduga menjadi korban TPPO modus perekrutan tentara setelah dijanjikan gaji Rp 50 juta dan bonus kontrak hingga Rp 620 juta untuk bekerja di Rusia. Baca selengkapnya.

Kabar Duka, Anggota VI BPK Fathan Subchi Meninggal Dunia, Ini Rekam Jejaknya

Kabar Duka, Anggota VI BPK Fathan Subchi Meninggal Dunia, Ini Rekam Jejaknya

Kabar duka Fathan Subchi disampaikan DPP PKB dan Mukhamad Misbakhun. Simak rekam jejaknya di DPR, BPK, dan dunia akademik.

Di Tengah Sanksi Internasional, Ekonomi Korea Utara Justru Tumbuh hingga 3,5 Persen

Di Tengah Sanksi Internasional, Ekonomi Korea Utara Justru Tumbuh hingga 3,5 Persen

Di tengah sanksi internasional, PDB Korea Utara tumbuh hingga 3,5 persen pada 2025. Simak faktor penggerak dan kondisi masyarakatnya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer