Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Resmi Berlaku! Uni Eropa Wajibkan Perusahaan AI Beri Label pada Konten Deepfake

Andika Julia Perdana Putra
Uni Eropa wajibkan perusahaan AI untuk hadirkan label kedalam konten. (Orebest Football/Pinterest)
Uni Eropa wajibkan perusahaan AI untuk hadirkan label kedalam konten. (Orebest Football/Pinterest)

Advertisement

RADARTUBAN - Seiring dengan gencarnya konten AI di dunia maya, Uni Eropa resmi memberlakukan aturan baru yang mewajibkan perusahaan teknologi memberi label pada konten buatan AI yang dibuat terlihat realistis.

Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 2 Agustus ini sebagai bagian dari implementasi AI Act, sebuah regulasi AI pertama di dunia.

Melalui aturan ini, perusahaan seperti seperti OpenAI, Google, hingga Anthropic diwajibkan untuk memastikan konten yang dihasilkan atau dimanipulasi AI dapat dikenali dengan jelas oleh pengguna.

Advertisement

Khusus untuk deepfake berupa gambar, video, atau audio yang meniru seseorang, perusahaan diwajibkan menambahkan penanda digital yang dapat dibaca mesin serta label yang terlihat jelas.

Uni Eropa menilai kebijakan tersebut sebagai langkah penting untuk melindungi masyarakat dari penyebaran hoax, manipulasi arah politik, hingga penyalahgunaan identitas.

Advertisement

Anggota Parlemen Eropa Sergey Lagodinsky mengatakan aturan ini bukan hanya melindungi konsumen, tetapi juga menjaga demokrasi dan keaslian informasi.

Meski begitu, aturan tersebut tidak berlaku untuk penggunaan pribadi, termasuk konten di ruang percakapan privat.

Selain itu, karya yang jelas bersifat satir, artistik, atau fiksi juga dikecualikan dari kewajiban pelabelan.

Perusahaan yang melanggar aturan dapat dikenai denda hingga tiga persen dari total pendapatan global.

Sistem AI baru yang dipasarkan di Uni Eropa diwajibkan untuk langsung mematuhi aturan tersebut.

Advertisement
Editor : Yudha Satria Aditama
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kasus Febrie Adriansyah Diwarnai Perang Buzzer, Pakar Peringatkan Bahaya Deepfake dan Framing Opini

Kasus Febrie Adriansyah Diwarnai Perang Buzzer, Pakar Peringatkan Bahaya Deepfake dan Framing Opini

Kasus hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah diwarnai perang narasi buzzer dan influencer. Pakar media sosial ingatkan ancaman manipulasi konten dan deepfake.

Dorong Ekonomi Lokal, BRI Peduli Perkuat Daya Saing Peternak Sapi Perah Malang

Dorong Ekonomi Lokal, BRI Peduli Perkuat Daya Saing Peternak Sapi Perah Malang

BRI Peduli berdayakan Kelompok Ternak Sumber Karanglo di Malang lewat pelatihan olahan susu, bantuan alat modern, hingga digital marketing.

Gempar! Sanksi Doping Batal, Fans Chelsea Indonesia Bakal Jadi Saksi Reborn Mykhailo Mudryk di Jakarta!

Gempar! Sanksi Doping Batal, Fans Chelsea Indonesia Bakal Jadi Saksi Reborn Mykhailo Mudryk di Jakarta!

Sanksi doping Mykhailo Mudryk resmi dicabut. Winger Chelsea berpeluang tampil saat menghadapi AC Milan di SUGBK dan disambut antusias suporter Indonesia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer