RADARTUBAN - Sebuah bus yang sedang mengangkut jemaah umrah asal Indonesia mengalami tragedi kecelakaan di Wadi Qudeid, Arab Saudi, pada Kamis siang waktu setempat.
Peristiwa ini mengakibatkan 20 warga negara Indonesia (WNI) yang sedang menjalankan umroh menjadi korban, dengan enam orang meninggal dunia dan 14 lainnya mengalami luka-luka.
Menurut pernyataan dari Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri RI, korban yang mengalami luka - luka saat ini telah mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat.
Kecelakaan tersebut terjadi dalam perjalanan dari Madinah menuju Mekah, sekitar 150 kilometer dari Jeddah.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah menerima laporan mengenai insiden ini pada pukul 13.30 waktu setempat.
Setelahnya KJRI segera mengirimkan tim untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk otoritas lokal, rumah sakit, penyelenggara perjalanan, serta perusahaan transportasi yang bertanggung jawab atas bus tersebut.
Berdasarkan keterangan dari Konsul Jenderal RI di Jeddah, kecelakaan yang terjadi ini diakibatkan sebuah mobil jeep yang menyalip bus, sehingga menyebabkan tabrakan yang membuat kendaraan terguling dan terbakar.
Dari para korban yang selamat, satu orang mengalami luka berat, enam orang mengalami luka sedang, enam orang mengalami luka ringan, dan satu orang selamat dan tidak mengalami cedera.
Selain para jemaah, sopir bus yang berkewarganegaraan Pakistan juga menjadi korban jiwa dalam kecelakaan ini.
Pemerintah Indonesia saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Kementerian Agama serta agen perjalanan umrah yang bertanggung jawab atas keberangkatan para jemaah.
Hal ini bertujuan untuk memperoleh data lengkap mengenai identitas korban. Hingga saat ini, informasi mengenai korban luka maupun meninggal dunia belum diumumkan secara resmi, namun pihak keluarga telah diinformasikan mengenai insiden kecelakaan tersebut.
Kementerian Luar Negeri RI juga turut menyampaikan belasungkawa atas musibah ini dan akan terus berkomitmen untuk selalu memberikan pendampingan serta bantuan dalam proses penanganan korban kecelakaan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni