Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penerbangan Misterius Pesawat Doomsday AS Picu Spekulasi Jelang Potensi Aksi Militer

Muhammad Rizqi Mustofa Kamal • Selasa, 24 Juni 2025 | 23:21 WIB
Pesawat Doomsday AS langka terbang dari Louisiana ke Maryland
Pesawat Doomsday AS langka terbang dari Louisiana ke Maryland

RADARTUBAN-  Sebuah penerbangan tak biasa melibatkan pesawat E-4B Nightwatch, juga dikenal sebagai Doomsday Plane kembali menyita perhatian publik.

Pesawat tersebut terpantau mengudara dari Louisiana menuju Maryland pada Selasa (17/6).

Penerbangan ini menjadi sorotan karena dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya menyangkut hubungan antara Amerika Serikat, Iran, dan Timur Tengah.

Pesawat tersebut merupakan armada khusus Angkatan Udara AS yang dirancang sebagai pusat komando darurat presiden di situasi krisis, termasuk jika terjadi serangan nuklir.

Berbeda dari penerbangan rutin biasanya, kali ini pesawat menggunakan kode panggilan langka ORDER01 dan bukan ORDER6 yang umum digunakan, memicu spekulasi bahwa misi tersebut memiliki urgensi lebih tinggi.

Pesawat lepas landas dari Bossier City, Louisiana pukul 17.56 ET dan mendarat di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland pada pukul 22.01.

Data radar penerbangan mencatat jalur lintasan melalui wilayah pesisir tenggara Amerika Serikat, termasuk langit Virginia dan Carolina Utara.

Sebelumnya, pesawat ini juga diketahui sempat terbang dari dekat Window Rock, Arizona, ke Barksdale AFB di Louisiana sebelum melanjutkan misi.

Walaupun secara resmi penerbangan ini disebut sebagai bagian dari latihan kesiapan, waktu dan konteksnya memunculkan dugaan bahwa hal ini berkaitan dengan peningkatan pengamanan terhadap mantan Presiden Donald Trump.

Spekulasi meningkat karena penerbangan Doomsday Plane terjadi bersamaan dengan laporan bahwa Trump mendukung kemungkinan aksi militer Israel terhadap Iran.

Sikap ini mendapat reaksi keras dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang secara tegas menolak ajakan menyerah.

Dia juga menyebut bahwa aksi militer AS hanya akan mendatangkan konsekuensi yang merusak.

Walau belum ada konfirmasi keterkaitan langsung, pengamat militer menilai pergerakan pesawat ini bisa saja menjadi langkah antisipatif terhadap eskalasi konflik global yang kian menguat.

AS memiliki empat unit E-4B yang dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap ledakan nuklir dan serangan siber.

Pesawat ini dilapisi pelindung elektromagnetik, dilengkapi sistem komunikasi terintegrasi, serta mampu bertahan di udara hingga 35 jam nonstop dengan pengisian bahan bakar di udara.

Tiga tingkat dek di dalamnya memuat ruang kendali strategis, area kerja staf, serta fasilitas tidur bagi awak, menjadikannya sebagai markas terbang jika sistem komando darat lumpuh. (*)

 
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#as #Doomsday #timur tengah #iran #trump #Amerika Serikat #pesawat #ayatollah ali khamenei