Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

PM Israel Netanyahu Tumbang Usai Santap Makanan Basi, Sidang Korupsi Kembali Ditunda

Tulus Widodo • Senin, 21 Juli 2025 | 16:30 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

RADARTUBAN – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali absen dalam proses hukumnya. Kali ini bukan karena alasan politik atau keamanan.

Melainkan gangguan kesehatan serius akibat radang usus yang dipicu konsumsi makanan basi.

Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Kantor Perdana Menteri Israel pada Minggu (20/7) waktu setempat.

Dalam keterangan resmi, disebutkan bahwa Netanyahu mengalami dehidrasi parah dan tengah menjalani perawatan infus di kediamannya atas rekomendasi medis.

“Perdana Menteri merasa tidak enak badan pada malam hari dan segera diperiksa oleh Prof. Alon Hershko dari RS Hadassah Ein Kerem. Hasil pemeriksaan menunjukkan beliau mengalami peradangan usus karena makanan yang sudah tidak layak konsumsi,” demikian bunyi pernyataan resmi yang dikutip media lokal.

Meski kondisinya dilaporkan stabil, tim medis menyarankan agar Netanyahu beristirahat penuh selama tiga hari ke depan, sambil tetap menangani tugas kenegaraan dalam kapasitas terbatas dari rumah.

Dampaknya, agenda persidangan kasus korupsi yang melibatkan Netanyahu kembali mengalami penundaan.

Sidang yang semestinya digelar pada Senin dan Selasa ini, ditunda setelah tim kuasa hukum sang PM mengajukan permohonan resmi kepada pengadilan.

Pihak jaksa penuntut menyatakan tak bisa menolak alasan medis tersebut, namun tetap mendesak agar Netanyahu hadir di ruang sidang pada Rabu dan Kamis minggu ini, mengingat banyaknya jadwal persidangan yang sebelumnya sudah tertunda.

“Dengan mempertimbangkan keterangan medis yang valid, kami menyetujui permintaan penundaan. Namun, kami meminta terdakwa hadir dalam dua hari ke depan untuk memberikan kesaksian,” demikian pernyataan Jaksa Penuntut Umum Israel.

Sidang korupsi yang menyeret nama Netanyahu belakangan memang kerap molor.

Sebelumnya, sejumlah sidang sempat ditunda dengan alasan keamanan nasional, termasuk eskalasi konflik dengan Iran, gencatan senjata dengan Hamas, dan situasi militer di perbatasan Suriah.

Sidang pekan ini menjadi krusial karena bisa jadi sesi terakhir sebelum parlemen Israel (Knesset) memasuki masa reses musim panas selama tiga bulan ke depan.

Riwayat Kesehatan yang Kompleks

Netanyahu, 75 tahun, diketahui memiliki riwayat kesehatan yang cukup panjang dan tidak sederhana. Pada Desember 2024, ia menjalani operasi pengangkatan prostat.

Empat bulan berselang, April 2025, Netanyahu kembali ke meja operasi untuk mengangkat hernia dengan pembiusan total.

Bahkan pada Juli 2023, PM dari Partai Likud itu sempat dirawat intensif setelah diduga pingsan karena dehidrasi, yang berujung pada pemasangan alat pacu jantung.

Kesehatan Netanyahu pun menjadi bahan spekulasi publik Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Namun, dalam beberapa kesempatan, pria kelahiran 1949 itu menepis isu tersebut dan menyebutnya sebagai “kegilaan” serta bagian dari narasi yang menyerang dirinya dan keluarga.

Pakar gastroenterologi dari Assuta Medical Center, Dr. Avigdor Fishman, mengatakan bahwa infeksi saluran pencernaan akibat makanan terkontaminasi umum terjadi, namun dapat menjadi serius jika dialami oleh orang lanjut usia.

“Pada usia 70-an, reaksi tubuh terhadap infeksi bisa sangat berat. Apalagi jika disertai dehidrasi, pengobatannya harus segera dan diawasi ketat,” jelasnya kepada media lokal. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#benjamin netanyahu #Israel #Korupsi #perdana menteri