RADARTUBAN - Di Australia, perdebatan mengenai apakah kucing harus hidup di dalam rumah atau diperbolehkan berkeliaran bebas terus berlangsung.
Apakah kucing perlu selalu di dalam rumah menjadi pertanyaan utama, terutama karena ada sekitar 5 juta kucing peliharaan dan jutaan kucing liar yang hidup tanpa pengawasan manusia.
Keberadaan kucing liar terbukti membawa dampak serius terhadap satwa asli Australia, sehingga dua pertiga masyarakat mendukung agar kucing dipelihara di dalam rumah saja.
Perdebatan Tentang Kucing Peliharaan dan Satwa Liar
Meski sebagian pemilik merasa kucing peliharaan lebih bahagia ketika bebas berkeliaran, risiko yang muncul tidak sedikit.
Kucing yang dibiarkan bebas berisiko lebih tinggi terkena penyakit, tertabrak kendaraan, bahkan tersesat.
Selain itu, kucing peliharaan yang bebas berkeliaran juga bisa menyebabkan dampak besar bagi satwa liar di sekitar lingkungannya.
Asosiasi Dokter Hewan Australia menegaskan pentingnya menjaga kucing tetap berada di dalam properti pemilik.
“Kucing yang dipelihara dalam kurungan membutuhkan lingkungan yang sesuai dengan tambahan fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan fisik dan mentalnya, memungkinkan mereka mengekspresikan perilaku alaminya, mendukung kesehatan serta kesejahteraan, dan meminimalkan stres. Hal ini sebaiknya juga mencakup akses luar ruangan yang terkontrol jika memungkinkan," jelas dia.
Kutipan tersebut menegaskan bahwa menjaga kucing dalam rumah tetap bisa memberi kualitas hidup yang baik asalkan lingkungan diatur sesuai kebutuhan alaminya.
Cara Mengurung Kucing dengan Aman
Bagi pemilik kucing yang terbiasa memberi kebebasan, perubahan aturan bisa menimbulkan tantangan.
Jika kucing peliharaan harus dipindahkan menjadi kucing rumahan penuh, maka perlu penyesuaian. Lingkungan rumah harus menyediakan akses ke makanan, air, kotak pasir, tempat bersembunyi, serta fasilitas bermain seperti tiang garukan atau tempat tinggi untuk memanjat.
Namun, perubahan mendadak bisa membuat kucing mengalami stres. Beberapa kucing mungkin menolak menggunakan kotak pasir karena terbiasa buang kotoran di luar rumah.
Bahkan, stres juga bisa memicu gangguan kesehatan seperti infeksi saluran kemih. Untuk itu, pemilik perlu berkonsultasi dengan dokter hewan jika muncul perilaku menyimpang.
Alternatif Aman Selain Berkeliaran Bebas
Meskipun akses luar rumah penuh tidak memungkinkan, pemilik tetap bisa memberi pengalaman berbeda.
Salah satunya melalui enrichment kognitif seperti mainan puzzle, permainan interaktif, hingga pelatihan clicker.
Dengan cara ini, kucing peliharaan bisa tetap aktif secara mental sekaligus lebih mudah beradaptasi dengan rutinitas baru.
Selain itu, ada solusi lain seperti membangun pagar khusus, membuat ruang tertutup atau catio, hingga menggunakan sistem pagar virtual.
Pemilik juga dianjurkan memasang GPS tracker di kalung kucing peliharaan untuk mencegah risiko kabur.
Pertanyaan tentang apakah kucing perlu selalu di dalam rumah memang tidak memiliki jawaban tunggal. Setiap kucing memiliki respons yang berbeda, tergantung pada kebiasaan, lingkungan, dan temperamen.
Namun, dengan pengaturan lingkungan yang baik, pemilik tetap bisa menjaga kesehatan dan kesejahteraan kucing peliharaan tanpa harus membiarkan mereka bebas berkeliaran. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama