Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tragedi Kereta Gantung Gloria di Lisbon: 15 Tewas, 18 Luka, Pemerintah Portugal Tetapkan Hari Berkabung Nasional

Lia Irawati • Kamis, 4 September 2025 | 21:46 WIB

Petugas darurat mengevakuasi korban dari kereta gantung Gloria yang hancur setelah anjlok di jalur curam Lisbon.
Petugas darurat mengevakuasi korban dari kereta gantung Gloria yang hancur setelah anjlok di jalur curam Lisbon.

RADARTUBAN – Tragedi menimpa Kota Lisbon pada Rabu malam (3/9).

Kereta gantung Gloria, ikon transportasi sekaligus daya tarik wisata ibu kota Portugal itu, anjlok hingga menewaskan 15 orang dan melukai 18 penumpang lain. Lima korban diantaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.

Wali Kota Lisbon, Carlos Moedas, menyebut peristiwa ini sebagai hari kelam bagi kotanya. Pemerintah Portugal menetapkan Kamis (4/9) sebagai hari berkabung nasional.

Presiden Marcelo Rebelo de Sousa turut menyampaikan belasungkawa sekaligus menekankan pentingnya investigasi segera dilakukan untuk menemukan penyebab pasti kecelakaan.

Polisi bersama jaksa agung membuka penyelidikan resmi terkait penyebab kecelakaan.

Rekaman di lokasi memperlihatkan gerbong kuning hancur usai keluar jalur di lintasan curam yang menghubungkan Lapangan Restauradores dengan kawasan wisata malam Bairro Alto.

Petugas medis dan tim penyelamat tampak berjibaku mengevakuasi korban.
Funikular Gloria sendiri sudah beroperasi sejak 1885.

Dikelola perusahaan Carris, jalur ini melayani sekitar 3 juta penumpang tiap tahun.

Pihak operator menegaskan seluruh protokol perawatan telah dijalankan, termasuk pemeriksaan rutin harian, mingguan, dan bulanan.

Dalam insiden kali ini, kereta bagian bawah jalur relatif aman, namun rekaman saksi mata menunjukkan gerbong itu berguncang hebat setelah kereta lainnya keluar jalur.

Sejumlah penumpang panik bahkan nekat melompat dari jendela demi menyelamatkan diri.

Tragedi ini menjadi pukulan berat bagi pariwisata Portugal. Pasalnya, dalam satu dekade terakhir, funikular menjadi destinasi favorit wisatawan, terutama saat musim panas.

Wisatawan Inggris tercatat sebagai pengunjung terbanyak, disusul Jerman, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan siap memberikan bantuan konsuler bila ada warganya yang terdampak.

Sementara itu, otoritas Amerika Serikat masih menunggu laporan resmi dari pemerintah Portugal. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#anjlok #Lisbon #portugal #Hari Berkabung nasional #Kecelakaan #kereta gantung Gloria