RADARTUBAN - Pembalap perempuan asal Swiss yang berusia 28 tahun, yakni Laura Villars resmi membuat kejutan dengan mengumumkan dirinya akan maju menjadi kandidat presiden organisasi balap motor dunia, FIA.
Villars diharuskan mendaftarkan dirinya sebelum batas waktu pada 24 Oktober mendatang.
Jika dia berhasil mendaftarkan diri, Villars menjadi perempuan pertama yang maju dalam perebutan kursi tertinggi FIA itu.
Dia berambisi membawa FIA memiliki tata kelola yang lebih demokratis, transparan, bertanggung jawab, serta terbuka bagi perempuan dan generasi baru.
Lebih lanjut, Villars menekankan pentingnya FIA untuk untuk menjaga daya tarik olahraga balap di kalangan muda saat ini.
Villars sendiri bukan orang asing di dunia balap. Dia telah memulai karir balap sejak usia 14 tahun.
Villars telah melakoni berbagai ajang kejuaraan seperti Ultimate Cup Series F3R dan finis pada peringkat kelima dimusim debutnya.
Saat ini, Villars diketahui masih mengikuti ajang balap Ligier European Series JS P4.
Dalam pengumumannya tersebut, Villars juga merumuskan lima agenda utama jika dia terpilih menjadi presiden FIA.
Dia berjanji akan memperkuat transparansi keuangan, memberdayakan federasi melalui tata kelola yang lebih partisipatif, hingga memperkenalkan label FIA Eco-Performance untuk mendorong keberlanjutan.
Selain itu, Villars juga berkomitmen untuk memperluas program Girls on Track serta mendirikan Akademi Pemimpin Muda FIA.
Langkah perempuan berusia 28 tahun tersebut semakin menambah dinamika perebutan kursi pimpinan FIA.
Sang petahana, Mohammed Ben Sulayem sebelumnya diprediksi akan melenggang mulus tanpa lawan.
Tetapi kemudian, pejabat Motorsport asal AS yakni Tim Mayer mengumumkan pencalonan dirinya sekaligus menjadi lawan dari Ben Sulayem.
Mantan juara dunia reli, Carloz Sainz Sr. juga sempat mempertimbangkan untuk maju sebagai calon presiden, tetapi kemudian dia membatalkannya pada Juni lalu karena alasan fokus pada ajang Reli Dakar.
Pemilihan presiden FIA dijadwalkan akan digelar pada 12 Desember di Tashkent, Uzbekistan.
Nantinya setiap kandidat yang maju diwajibkan untuk menyusun daftar lengkap jajaran kepemimpinan, mulai dari presiden senat, hingga tujuh wakil presiden yang mewakili berbagai kawasan global.
Jika berhasil memenangkan pemilihan, Laura Villars akan mencatatkan sejarah menjadi wanita pertama yang menduduki jabatan presiden FIA. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni