Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dolar Australia Sudah Tembus Rp 11 Ribu, Jadi Titik Terendah Dari Tahun 2021

M Robit Bilhaq • Jumat, 26 September 2025 | 18:35 WIB
Sepanjang 2025, rupiah sudah turun 10,83 persen  persen terhadap dolar Australia.
Sepanjang 2025, rupiah sudah turun 10,83 persen persen terhadap dolar Australia.

RADARTUBAN - Nilai tukar terhadap dolar Australia (AUD) pada perdagangan internasional  terus mengalami penurunan.

Kamis (25/9), turunnya Rupiah terhadap dolar Australia hari ini turun mencapai level Rp 11.048 per AUD, nilai tersebut merupakan titik terendah sejak tahun 2021.

Data menunjukkan rupiah telah mengalami pelemahan dengan presentase 10,83 persen terhadap AUD dari awal tahun hingga hari ini.

Pada awal tahun, rupiah masih berada di level Rp 9.953 per AUD, dan terus menunjukkan tren penurunannya hingga mencapai level saat ini.

Faktor dalam negeri Australia yang menjadi penyebab pelemahan rupiah terhadap dolar Australia, pernyataan tersebut muncul setelah para investor mengurangi harapan akan pengurangan suku bunga oleh Bank Sentral Australia, yaitu Reserve Bank of Australia (RBA).

Angka inflasi Australia kembali menunjukkan kenaikan, dengan indeks harga konsumen (CPI) bulanan meningkat sebesar 3,0 persen pada bulan Agustus 2025, angka tersebut menjadi angka tingkat tertinggi dalam satu tahun terakhir dan sedikit di atas perkiraan pasar yang sebesar 2,9 persen.

Dari lonjakan inflasi yang terjadi membuat pasar menganggap ruang pelonggaran dalam kebijakan moneter RBA semakin terbatas.

Saat ini, kemungkinan RBA akan menurunkan suku bunga hanya sebesar 6,5% dalam pertemuan pekan depan.

Sementara itu, peluang untuk turunnya suku bunga pada pertemuan berikutnya di bulan November masih cukup rendah, hanya sebesar 38,2 persen.

Dengan ruang pelonggaran yang terbatas, dolar Australia mengalami penguatan karena imbal hasil aset berbasis dolar tetap menarik bagi para investor.

Kondisi tersebutlah yang juga menyebabkan rupiah semakin melemah terhadap dolar Australia.

Selain itu, dari dalam negeri, kebijakan moneter Bank Indonesia juga mempengaruhi tekanan terhadap rupiah, BI kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pekan lalu.

Sehingga tingkat suku bunga BI (BI Rate) kini berada di level 4,75 persen.

Selama tahun 2025, total penurunan suku bunga telah mencapai 125 basis poin. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#AUD di Solo #rupiah #dolar Australia #internasional