RADARTUBAN - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim Amerika Serikat menawarkan jaminan keamanan berdurasi 15 tahun untuk negaranya, sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang dengan Rusia.
Pernyataan ini disampaikan Zelensky di tengah negosiasi damai yang intensif, di mana ia bersedia membatalkan ambisi Ukraina bergabung dengan NATO sebagai ketidakseimbangannya.
Zelensky menyampaikan hal ini sebelum bertemu dengan pemimpin Eropa dan utusan AS di Berlin, Jerman, pada (14/12).
Ia tekanan jaminan tersebut harus mengikat secara hukum dan didukung Kongres AS untuk mencegah agresi Rusia di masa depan.
Menurutnya, tawaran AS ini merupakan kompromi krusial bagi Kyiv, meski Ukraina tetap menolak menyerahkan wilayah yang diduduki Moskow.
Pernyataan Zelensky muncul setelah diskusi dengan Wakil Presiden AS JD Vance terkait tuntutan keamanan untuk negosiasi dengan Vladimir Putin.
Rusia sebelumnya menolak gencatan senjata kecuali pasukan Ukraina mundur dari Donbas, sementara Zelensky mendorong jaminan bilateral mirip Pasal 5 NATO dari AS, Eropa, Kanada, dan Jepang.
Langkah ini mempertimbangkan peluang diplomasi di tengah perang yang telah berlangsung selama tiga tahun. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni