Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jepang Krisis Tenaga Kesehatan, Perawat Indonesia Jadi Andalan

Amaliya Syafithri • Rabu, 7 Januari 2026 | 15:00 WIB
Perekrutan asisten perawat asal Indonesia.
Perekrutan asisten perawat asal Indonesia.

RADARTUBAN - Jepang tengah menghadapi krisis tenaga kesehatan yang serius, terutama di sektor perawatan lansia dan rumah sakit seiring bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia dan menurunnya angka kelahiran.

Untuk mengatasi kekurangan tenaga medis, sejumlah fasilitas kesehatan di negeri Sakura mulai membuka kesempatan kerja bagi tenaga perawat dan asisten perawat asal Indonesia.

Salah satu contoh terbaru adalah Rumah Sakit Palang Merah Mito di Prefektur Ibaraki, yang resmi menerima asisten perawat dari Indonesia melalui skema Visa Specified Skilled Worker (SSW).

Para pekerja ini diterima untuk membantu meringankan beban kerja perawat lokal yang semakin menipis.

Kehadiran mereka juga merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah Jepang dan fasilitas kesehatan untuk menjaga kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya pasien lansia.

Fenomena perekrutan ini bukan sekadar kebetulan. Data menunjukkan angka kekurangan tenaga medis di Jepang terus meningkat sehingga berdampak pada kualitas layanan kesehatan.

Saat ini Jepang diperkirakan kekurangan ratusan ribu pekerja perawatan dan caregiver di berbagai fasilitas kesehatan.

Pemerintah Jepang bahkan berencana untuk memperluas program rekrutmen tenaga kesehatan dari negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, guna mengatasi masalah tersebut.

Menurut data terbaru, jumlah tenaga perawat dan caregiver asal Indonesia di Jepang telah mencapai lebih dari 15.000 orang.

Para pekerja tersebar di rumah sakit, panti jompo, dan fasilitas perawatan lansia di berbagai wilayah Jepang. Angka ini menjadikan Indonesia salah satu negara penyumbang tenaga keperawatan terbesar, bersama dengan Vietnam dan Filipina.

Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan dan Japan International Cooperation Agency (JICA), yang bekerja sama meningkatkan kompetensi tenaga caregiver Indonesia agar lebih siap dan bersaing di pasar kerja internasional, khususnya di Jepang.

Kegiatan seperti seminar dan pelatihan bahasa Jepang dirancang untuk membantu calon tenaga kesehatan memahami budaya kerja dan standar profesionalisme yang dibutuhkan di Jepang.

Dari sisi pekerja, banyak perawat Indonesia melihat peluang ini sebagai kesempatan karir profesional yang menjanjikan dan pengalaman internasional.

Selain mendapatkan pengalaman kerja di luar negeri, para perawat juga berpeluang belajar sistem perawatan modern dan keterampilan baru yang bisa menjadi bekal penting untuk pengembangan karir mereka di masa depan.

Namun demikian, tantangan tetap ada seperti kemampuan bahasa Jepang, persyaratan sertifikasi lokal, serta beban kerja yang tinggi di sektor kesehatan.

Meski demikian, tren pekerja Indonesia di Jepang diperkirakan akan terus tumbuh seiring dengan kebutuhan tenaga kesehatan Jepang yang makin mendesak di masa depan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#tenaga kerja #perawat #Indonesia #rumah sakit jepang