Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Donald Trump Ancam Inggris dan Scotlandia Terkait Greenland Jelang Piala Dunia 2026

Bihan Mokodompit • Senin, 19 Januari 2026 | 12:05 WIB
Presiden AS, Donald Trump.
Presiden AS, Donald Trump.

RADARTUBAN - Donald Trump Ancam Inggris dan Scotlandia menjadi isu internasional yang mencuat setelah mantan Presiden Amerika Serikat itu mengaitkan ketegangan geopolitik dengan rencana Piala Dunia 2026.

Pernyataan Donald Trump Ancam Inggris dan Scotlandia muncul di tengah ambisinya untuk mengambil alih Greenland yang saat ini berada di bawah Kerajaan Denmark.

Trump menilai Greenland memiliki posisi strategis penting bagi keamanan nasional Amerika Serikat dan stabilitas global.

Greenland diketahui memiliki pemerintahan sendiri meski secara resmi masih menjadi bagian dari Denmark.

Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland secara konsisten menolak rencana akuisisi wilayah tersebut.

Isu Greenland dan Alasan Keamanan Versi Trump

Donald Trump Ancam Inggris dan Scotlandia berkaitan erat dengan Isu Greenland yang menurutnya rawan dimanfaatkan oleh kekuatan global lain.

Trump menyebut Rusia dan China memiliki ketertarikan besar terhadap wilayah Arktik.

Dia meyakini Greenland berpotensi menjadi titik strategis bagi sistem pertahanan modern Amerika Serikat.

Trump bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mengamankan kepentingan tersebut.

Menurut Trump, penguasaan Greenland penting secara geografis dan psikologis.

Ancaman Tarif Amerika Serikat ke Negara Eropa

Karena rencananya terus ditolak, Trump melontarkan ancaman Tarif Amerika Serikat kepada sejumlah negara Eropa.

Negara-negara yang disebut antara lain Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Inggris dan Scotlandia ikut disinggung karena status Britania Raya sebagai bagian dari dinamika Eropa.

Trump menuduh negara-negara tersebut melakukan kunjungan ke Greenland tanpa tujuan yang jelas.

Tarif Amerika Serikat sebesar 10 persen akan diberlakukan mulai 1 Februari 2026.

Kebijakan tersebut direncanakan meningkat menjadi 25 persen mulai 1 Juni 2026.

Trump menegaskan tarif akan dicabut jika kesepakatan pembelian Greenland tercapai.

Pernyataan Trump Soal Greenland dan Tarif

“Kami telah mensubsidi Denmark dan negara-negara Uni Eropa selama bertahun-tahun dengan tidak mengenakan tarif atau bentuk kompensasi lainnya,” tulis Trump.

“Sekarang, setelah berabad-abad, sudah saatnya Denmark membalas karena perdamaian dunia sedang dipertaruhkan,” lanjutnya.

“China dan Rusia menginginkan Greenland, dan Denmark tidak memiliki kemampuan perlindungan yang memadai,” tulis Trump.

“Hanya Amerika Serikat yang mampu melindungi wilayah ini demi keamanan nasional dan global,” tambahnya.

Trump juga menyebut situasi ini sebagai ancaman serius bagi keselamatan planet.

Reaksi Jerman dan Wacana Boikot Piala Dunia 2026

Ancaman Donald Trump Ancam Inggris dan Scotlandia mendapat respons dari sejumlah politisi Eropa.

Seorang politisi Jerman, Jurgen Hardt, menyebut opsi Boikot Piala Dunia 2026 sebagai langkah terakhir.

Jurgen Hardt merupakan anggota senior Partai Uni Demokrat Kristen (CDU).

Dia menilai tekanan politik tidak seharusnya memengaruhi olahraga internasional.

Namun, Boikot Piala Dunia 2026 disebut dapat dipertimbangkan jika ketegangan terus meningkat.

Meski demikian, Hardt menyatakan optimisme terhadap dialog keamanan dalam NATO.

Dimensi NATO dan Kepentingan Global

Isu Greenland kini menjadi pembahasan serius dalam konteks aliansi NATO.

Isu Greenland dinilai strategis karena berkaitan dengan pertahanan kawasan Atlantik Utara.

Sejumlah pengamat menilai ketegangan ini dapat mempengaruhi hubungan transatlantik.

Tarif Amerika Serikat juga berpotensi menimbulkan dampak ekonomi global.

Pemerintah Denmark hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait ancaman tersebut.

Pemerintah Greenland menegaskan masa depan wilayahnya ditentukan oleh rakyat Greenland sendiri.

Wacana Boikot Piala Dunia 2026 sejauh ini masih berada pada level pernyataan politik.

Para analis mendorong penyelesaian Isu Greenland melalui diplomasi multilateral.

Perkembangan situasi ini akan terus menjadi perhatian dunia menjelang Piala Dunia 2026. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Greenland #rusia #China #strategis #denmark